Selasa, 05 Apr 2022 11:31 WIB

Kali Ini Varian XE, Kenapa Inggris Sering Temukan Varian Baru Corona?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Inggris kembali jadi sorotan usai kembali diamuk COVID-19. Negara itu kini terus memantau mutasi baru varian Delta Plus COVID-19 yang diberi nama AY.4.2. Foto: AP Photo/Alberto Pezzali
Jakarta -

Ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengungkap alasan mengapa Inggris kerap melaporkan varian baru Corona, baru-baru ini diketahui muncul lagi varian baru Corona rekombinan gabungan 'anak' Omicron di Inggris. Hal ini dikarenakan negara tersebut memiliki kemampuan paling baik dalam whole genome sequencing.

"Dan kenapa ini muncul di Inggris sudah terdeteksi di 19 Januari, ini karena Inggris adalah salah satu negara yang kemampuan surveilans genomiknya terbaik," terang Dicky kepada detikcom Senin (4/4/2022).

Tak heran karenanya Inggris kerap mencatat varian baru Corona, di benua Afrika menurut Dicky kemampuan tersebut dimiliki Afrika Selatan. Sementara di Asia, negara-negara yang memiliki surveilans genomik yang baik yakni China, Korea, Singapura hingga Jepang.

Sayangnya, kemampuan surveilans genomik Indonesia masih jauh dari sejumlah negara tersebut. Maka dari itu Dicky memberikan catatan agar pemerintah terus mewaspadai laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait varian XE rekombinan gabungan Omicron BA.1 dan BA.2

Terlebih, varian XE ini memiliki penularan lebih cepat ketimbang BA.2 son of Omicron yang sebelumnya diyakini menjadi varian paling menular di dunia. Vaksinasi COVID-19 booster dengan kemunculan varian ini menjadi penting khususnya bagi kelompok rawan seperti lansia dan pengidap komorbid.

"Sekali lagi ini membuktikan bahwa di tengah euforia dunia ada pandemi covid-19 ini mengingatkan kita kembali kalau kita tidak boleh abai tidak boleh longgar yang tak terkendali," terang Dicky.

"Kecenderungan ke depan penyakit COVID-19 akan muncul banyak varian rekombinan yang lebih cepat menular dan dominan infeksi di saluran napas atas. Masker penting dan vaksin tetap efektif, meskipun pada kelompok rawan dibutuhkan vaksinasi berkala," pungkas dia.

Simak Video 'Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)