Selasa, 05 Apr 2022 18:30 WIB

Satgas Imbau Tak Perlu Takut Berlebihan soal Varian XE, Bisa Pengaruhi Imun

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Heboh varian rekombinan gabungan Omicron BA.1 dan BA.2. (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Kemunculan varian baru COVID-19 Omicron XE menjadi sorotan di beberapa negara. Satgas COVID-19 RI mengimbau warga agar tidak perlu takut berlebihan.

Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa sampai saat ini varian XE masih belum ditemukan di Indonesia. Ia meyakinkan pemerintah akan terus mengawasi penyebaran kasus varian tersebut.

"Pemerintah selalu memantau dan menggunakan data terkini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam berbagai penyesuaian kebijakan. Masyarakat diimbau tak perlu takut berlebih karena rekombinasi virus bukan hal baru dan sudah banyak terjadi, termasuk pada virus selain COVID," kata Wiku dalam konferensi pers daring pada Selasa (5/4/2022).

"Terlebih lagi ketakutan berlebihan pun akan berpengaruh pada imunitas tubuh menghadapi berbagai ancaman penularan penyakit," lanjutnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan Omicron XE adalah virus gabungan atau rekombinan dari dua varian Omicron yang sudah ada yaitu BA.1 dan BA.2. Temuan awal menemuan Omicron XE bisa 10 persen lebih menular daripada Omicron BA.2.

Sejauh ini Omicron XE telah dilaporkan di negara Inggris dan Thailand.



Simak Video "Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)