Selasa, 05 Apr 2022 21:33 WIB

Benarkah Lingkar Pinggang Bisa Pengaruhi Kesehatan? Ini Faktanya

Inkana Putri - detikHealth
Ilustrasi Lingkar Pinggang Foto: Shutterstock
Jakarta -

Lingkar pinggang seringkali dijadikan sebagai lambang kemakmuran bagi sebagian orang. Bahkan di zaman dahulu, orang dengan lingkar pinggang besar dikaitkan dengan orang sukses. Padahal, lingkar pinggang besar justru menyimpan banyak risiko kesehatan.

Lingkar Pinggang dan Kesehatan

Lingkar pinggang dapat menjadi salah satu indikator penumpukan lemak perut. Jika Anda memiliki lingkar pinggang yang berlebih, ini bisa jadi indikasi adanya timbunan lemak di bagian perut atau dikenal sebagai lemak visceral. Melansir European Heart Journal (2007), timbunan lemak visceral ini berkaitan erat dengan gangguan metabolic, seperti resistensi insulin, dislipidemia (gangguan profil lemak darah), dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Jika tetap dibiarkan, timbunan lemak ini dapat meningkatkan risiko penyakit metabolic, seperti diabetes tipe 2 dan jantung koroner.

Indikator Risiko Diabetes

Sebuah penelitian pada Deutsches Ärzteblatt International menemukan adanya kaitan antara ukuran lingkar pinggang dan risiko diabetes tipe 2. Penelitian ini pun melaporkan setiap peningkatan ukuran lingkar pinggang sebesar 1 cm, terjadi peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 8%.

Tak hanya itu, hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan risiko diabetes lebih besar pada orang dengan berat badan normal dengan lingkar pinggang yang berlebih. Pada kelompok responden wanita dengan berat badan normal (atau lebih ringan), mereka yang lingkar pinggangnya berlebih (lebih dari 78,5 cm) memiliki risiko diabetes tipe 2 hingga 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang lingkar pinggangnya lebih kecil.

Sementara itu, pada responden pria dengan berat badan normal dan lingkar pinggang berlebih (lebih dari 94 cm), peningkatan risikonya lebih besar hingga mencapai 3,6 kali. Hal ini tentunya menunjukkan lingkar pinggang berlebih penting untuk diwaspadai meskipun berat badan normal.

Indikator Risiko Penyakit Jantung

Selain berisiko terhadap diabetes, ukuran lingkar pinggang berlebih juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Adapun data review terhadap 15 penelitian pada European Heart Journal menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 2% untuk setiap peningkatan ukuran lingkar pinggang sebesar 1 cm. Tak hanya itu, jurnal Annals of Medicine (2001) pun menyebut kelompok dengan ukuran lingkar pinggang paling besar diketahui mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga 63%.

Lingkar Pinggang Ideal untuk Kesehatan Optimal

Bicara soal lingkar pinggang, setiap orang tentu memiliki ukuran yang berbeda. Asian Diabetes Prevention Initiative menyebut bagi orang Asia, lingkar pinggang yang normal untuk pria adalah ≤ 90 cm dan untuk wanita adalah ≤ 80 cm. Oleh karena itu, mulai sekarang pastikan untuk selalu mengukur dan mengontrol lingkar pinggang Anda.

Untuk menjaga atau mengecilkan ukuran lingkar pinggang, pola hidup sehat menjadi kuncinya. Anda bisa mulai dengan rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Selain itu, pastikan untuk selalu lakukan aktivitas fisik, seperti naik tangga, rutin bangun dan bergerak jika terlalu lama duduk, atau sering berjalan kaki.

Meski demikian, aktivitas fisik ini harus dikombinasi dengan pola makan sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang dan menjaga asupan kalori tetap terkontrol guna menghindari penumpukan lemak di tubuh.

Bingung pilih makanan dengan kalori terkontrol yang lebih sehat, tapi rasanya tetap enak? Cobalah untuk konsumsi Tropicana Slim Shirataki Rice yang terbuat dari umbi shirataki dengan kelezatan nasi uduk. Selain enak, Tropicana Slim Shirataki Rice lebih rendah lemak dan rendah kalori hanya dengan 50 kalori saja per saji.

Tropicana Slim Shirataki Rice juga kaya akan sumber serat sehingga aman untuk diabetesi dan orang yang sedang diet. Dengan begitu, pinggang bisa tetap langsing dan kesehatan tubuh juga tetap optimal.



Simak Video "Berbuka Lebih Manis dengan Menu Kue Lemon Kelapa yang Gurih dan Rendah Lemak"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/up)