Rabu, 06 Apr 2022 08:59 WIB

Mirip Flu Biasa Layaknya Omicron, Begini Daftar Gejala Varian XE Sejauh Ini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Ilustrasi daftar gejala varian XE, rekombinan varian Omicron BA.1 dan BA.2. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan temuan varian Corona baru, yakni varian XE. Varian ini merupakan rekombinan varian Omicron BA.1 dan subvarian BA.2 atau yang kerap disebut 'Omicron siluman'. Diyakini 10 persen lebih menular dibanding BA.2, gejala apa yang paling khas dialami pasien dengan infeksi varian XE?

Dalam kondisi varian XE masih baru ditemukan, hingga kini tidak ada gejala baru pada varian XE yang berbeda dari gejala Omicron sebelumnya.

Mengingat, gejala Omicron sekilas sangat mirip dengan flu biasa. Sedangkan tiga gejala klasik COVID-19 yakni batuk, demam tinggi, dan kehilangan rasa dan bau justru jarang ditemukan pada pasien Omicron.

Mengacu pada aplikasi ZOE COVID Study, gejala Omicron paling umum adalah:

  • Pilek
  • Sakit kepala
  • Kelelahan (ringan atau berat)
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan

10 persen lebih menular dari BA.2

Kepala transisi penasihat medis Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), Profesor Susan Hopkins, menjelaskan hingga kini belum terdapat bukti bahwa varian XE memicu gejala lebih berat dibanding varian Omicron. Di samping itu, kajian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan tingkat penularan XE yang hingga kini diyakini lebih cepat dibanding subvarian Omicron BA.2.

"Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat mengonfirmasi apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya," terang Hopkins, dikutip dari Daily Records, Rabu (6/4/2022).

"Sejauh ini tidak ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang penularan, tingkat keparahan, atau efektivitas vaksin," imbuhnya.

Dalam laporan pekan lalu, WHO menyebut varian XE yang pertama kali dideteksi di Inggris pada 19 Januari tersebut nampak berpotensi lebih menular.

"Perkiraan awal menunjukkan keuntungan tingkat penyebaran di masyarakat sebesar 10 persen dibandingkan dengan BA.2, namun temuan ini memerlukan konfirmasi lebih lanjut," beber WHO.



Simak Video "Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)