7 Penyebab Nyeri Payudara, Tidak Selalu Pertanda Kanker!

ADVERTISEMENT

7 Penyebab Nyeri Payudara, Tidak Selalu Pertanda Kanker!

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Kamis, 07 Apr 2022 12:38 WIB
Woman hand checking lumps on her breast for signs of breast cancer on gray background. Healthcare concept.
Nyeri payudara, kenali apa saja penyebabnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato)
Jakarta -

Nyeri payudara atau juga disebut mastalgia adalah kondisi kesehatan yang bisa dialami perempuan. Biasanya timbul rasa nyeri dalam bentuk rasa sakit menusuk atau sesak di area payudara.

Rasa nyeri ini akan terasa di bagian atas sisi luar payudara, dan menjalar hingga ke ketiak serta lengan. Namun, jangan khawatir jika merasakan nyeri di payudara. Sebab rasa sakit ini tidak selalu menandakan kanker payudara.

7 Penyebab Nyeri Payudara

Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan nyeri payudara. Berikut ini adalah tujuh penyebab nyeri payudara yang harus diperhatikan, seperti yang dirangkum detikHealth.

1. Pola makan

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata juga bisa menyebabkan nyeri payudara. Perempuan yang mengonsumsi pola makan yang tidak sehat, seperti, diet yang kaya lemak dan karbohidrat olahan memiliki resiko lebih besar terkena nyeri payudara.

2. Siklus haid

Nyeri payudara akibat siklus haid disebabkan oleh fluktuasi hormon estrogen dan progesterone. Kedua hormon ini bisa menyebabkan payudara seseorang terasa bengkak dan nyeri.

Jika mengalami nyeri payudara akibat fluktuasi hormon, rasa sakitnya akan semakin parah sampai 2-3 hari menjelang haid. Terkadang, rasa sakit ini bisa berlanjut ke seluruh siklus menstruasi.

3. Pembengkakan

Pembengkakan terjadi ketika payudara ibu menyusui menjadi terlalu penuh. Bentuk payudara akan terlihat membengkak dan kencang, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

4. Mastitis

Mastitis merupakan kondisi di mana saluran susu ibu menyusui mengalami infeksi. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit yang menusuk di area payudara, ditambah rasa gatal, terbakar, atau lecet di puting.

5. Perubahan fibrokistik

Memasuki usia senja, payudara akan mengalami perubahan yang disebut involusi. Ini merupakan kondisi yang membuat jaringan payudara diganti dengan lemak.

Efek samping dari kondisi ini adalah munculnya kista dan jaringan yang lebih berserat disebut sebagai perubahan fibrokistik. Perubahan ini bisa menyebabkan nyeri payudara.

6. Operasi payudara

Jika pernah mengalami operasi payudara, rasa sakit dari pembentukan jaringan parut bisa bertahan, bahkan setelah sayatan sembuh.

7. Penggunaan obat-obatan

Nyeri payudara juga bisa disebabkan oleh obat-obatan seperti antidepresan, terapi hormon, antibiotik, dan obat untuk penyakit jantung. Jika mengalami nyeri payudara, jangan langsung berhenti mengonsumsi obat-obatan ini, tetapi segera konsultasikan ke dokter.



Simak Video "Meremas Payudara Bikin Ukuran Lebih Besar, Benarkah?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT