ADVERTISEMENT

Jumat, 08 Apr 2022 14:00 WIB

Testimoni 'Cuci Otak' Terawan Marak Dibahas, Pakar Singgung Batu Ponari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
SBY dan Prabowo hadiri pemberian gelar profesor kehormatan ke Terawan (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA) Foto: SBY dan Prabowo hadiri pemberian gelar profesor kehormatan ke Terawan (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta -

Pengamat masalah kesehatan dr Bambang Budiono ikut buka suara soal banyaknya testimoni positif tentang metode pengobatan digital subtraction angiography (DSA) Terawan Agus Putranto. Ia menegaskan hal semacam itu tak berlaku di dunia kedokteran.

Terkait testimoni semacam itu, dr Bambang menyinggung kisah tongkat Perkins. Tongkat ciptaan Elisha Perkins di abad ke-18 tersebut dahulu diklaim menyembuhkan berbagai peradangan, rematik dan nyeri kepala hingga wajah, dan sempat dipatenkan.

Pengobatan tongkat yang terdiri dari dua batang logam 3 inci dengan ujung runcing ini dipercaya banyak orang lantaran testimoni terlanjur berkembang dari mulut ke mulut. Terapi ini booming pada masanya.

Meski metodenya sempat dikutuk sebagai 'perdukunan delusi' oleh Ikatan Dokter Connecticut, Perkins berhasil meyakinkan tiga fakultas kedokteran AS jika pengobatannya efektif.

"Di Kopenhagen, Denmark, dua belas ahli bedah di Royal Frederiks Hospital juga mulai mendukung metode ini. Kritik dokter lain disambut dengan tuduhan elitisme dan arogansi profesional," sambungnya.

Metode Perkins juga bahkan disertifikasi oleh delapan profesor hingga empat puluh dokter meski belum teruji klinis.

Fakta baru belakangan terungkap usai Perkins meninggal dunia, metode Perkins mulai diuji oleh dokter Inggris melihat perbandingan efektivitas pasien dengan metode yang diuji dan penerima plasebo.

Hasilnya, pengobatan tersebut terbukti tak bermanfaat.

"Kisah di atas memperlihatkan betapa besar pengaruh suatu efek plasebo, ketika pasien meyakini bahwa itu bisa menyembuhkan. Tak heran, jika 'batu Ponari' pun pernah berhasil menyembuhkan berbagai penyakit pada ratusan orang," pungkasnya.



Simak Video "Butet Kartaredjasa: Saya Pokoknya Percaya sama Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT