ADVERTISEMENT

Jumat, 08 Apr 2022 19:00 WIB

India Laporkan Varian XE, WHO Prediksi Situasinya Bakal Seperti Ini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render India laporkan varian XE, WHO prediksi situasinya bakal seperti ini (Foto: Getty Images/BlackJack3D)
Jakarta -

Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meyakini varian XE tidak akan menyebar luas seperti varian Delta sebelumnya. Dengan tingkat vaksinasi COVID-19 yang tinggi, varian gabungan dari subvarian Omicron BA.1 dan BA.2 ini tidak akan memicu gelombang baru di negara tersebut.

"Dengan tingkat vaksinasi yang tinggi di India, terutama pada kelompok lansia, COVID-19 tidak mungkin memiliki dampak yang parah seperti saat periode Delta, bahkan jika varian baru muncul," jawab Kepala Ilmuwan WHO dr Soumya Swaminathan yang dikutip dari Times of India, Kamis (7/4/2022).

Meski begitu, dr Soumya menegaskan pengawasan yang ketat tetap harus dilakukan. Bahkan jika kasus melandai, testing COVID-19 tidak boleh menurun.

Di Inggris, varian XE ini terdeteksi pada 600 sampel. Menurut laporan WHO, data awal menunjukkan varian baru ini mungkin 10 persen lebih mudah menular dibandingkan varian COVID-19 lain.

"Negara harus optimis, tetapi tetap berhati-hati. Kata kuncinya di sini adalah bahwa tingkat pengujian dan pengawasan kita tidak boleh lengah," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, dr Soumya mengungkapkan keprihatinannya tentang banyaknya negara yang mulai menurunkan tingkat pengujian secara signifikan. Menurutnya, meski jumlah kasus terus menurun pengawasan dan pengujian harus tetap dilakukan untuk memantau kemungkinan adanya varian baru Corona yang muncul.

"Meski jumlah kasus rendah dan uji klinis menurun, pengawasan harus tetap diperkuat untuk melihat penyebaran virus di masyarakat. Kami juga harus mengurutkan sebagian kecil dari virus yang beredar untuk mengetahui apakah ada varian baru yang muncul, dan tentu saja data perlu dibagikan secara global," jelas dr Soumya.

"Jika setiap negara melakukan itu, kita dapat tetap mencegah penyebaran virus. Jika tidak, kita mungkin terkena varian virus baru yang bisa tiba-tiba mengakibatkan peningkatan jumlah kasus dan rawat inap," lanjutnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat mulai mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki kekebalan protektif untuk varian Corona di masa depan.

"Booster disarankan untuk semua orang dewasa, dimulai dari kelompok lansia. Ini untuk lebih memperkuat respons kekebalan dan membangun kekebalan kelompok populasi sebanyak mungkin," pungkasnya.



Simak Video "Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT