Apa Itu Implan Payudara? Kenali Jenis, Prosedur, dan Risikonya

ADVERTISEMENT

Apa Itu Implan Payudara? Kenali Jenis, Prosedur, dan Risikonya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 10 Apr 2022 06:06 WIB
young woman is measuring her breast
Apa itu implan payudara (Foto: iStock)
Jakarta -

Apa itu implan payudara? Metode operasi yang sangat populer di kalangan masyarakat. Sebagaimana diketahui, implan payudara adalah tindakan operasi plastik untuk memperbesar atau mengoreksi bentuk payudara.

Metode ini umumnya dilakukan untuk alasan kosmetik. Calon penerimanya pun juga harus dalam keadaan sehat fisik dan mental, serta memiliki harapan yang realistis. Lantas, apa saja jenis dan risikonya? Simak informasi berikut.

Apa Itu Implan Payudara: Jenisnya

Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat dua jenis implan payudara yang kerap digunakan di dunia kesehatan, yaitu implan dengan silikon dan saline.

Implan payudara dengan silikon dan saline sama-sama memanfaatkan cangkang silikon. Perbedaannya terletak di bahan pengisiannya.

Implan Payudara Silikon

Implan payudara silikon umumnya menggunakan cangkang implan yang diisi gel silikon berupa cairan kental dan lengket mirip seperti lemak manusia. Implan jenis ini biasanya lebih terlihat natural dan mirip payudara asli. Target penerimanya adalah orang berusia 22 tahun ke atas.

Implan Payudara Saline

Sedangkan implan payudara saline menggunakan cangkang implan yang diisi cairan garam steril. Berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), implan jenis ini diperbolehkan bagi mereka yang sudah usia 18 tahun.

Apa Itu Implan Payudara? Ini Prosedurnya

Selain tahu apa itu implan payudara, perlu juga tahu tentang prosedurnya. Dikutip dari WebMD, seseorang yang ingin melakukan implan disarankan untuk pergi ke tempat dokter bedah plastik yang berpengalaman.

Setelah itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terkait kondisi kesehatan. Dokter biasanya akan merekomendasikan untuk minum atau menghentikan konsumsi obat tertentu beberapa hari atau minggu sebelum menjalani operasi implan payudara.

Prosedur operasi implan payudara biasanya relatif singkat, hanya membutuhkan waktu satu sampai dua jam saja.

Sebelum dioperasi, dokter akan memberikan obat bius dan kemudian membuat sayatan kecil di seputar sasaran implan, seperti di bawah payudara, di sekitar putih, atau di bawah lengan.

Berikutnya, dokter akan memasukkan implan payudara ke dalam kantung di atas atau bawah otot dada. Setelah terpasang, dokter bedah akan menutup luka dengan jahitan atau selotip bedah. Payudara yang baru dioperasi akan ditutup dengan kain kasa setelah operasi.

Pasien yang sudah menjalani operasi implan disarankan untuk beristirahat selama beberapa hari dan tak boleh mengangkat beban berat selama enam minggu. Dokter juga biasanya akan memberikan resep obat untuk mengurangi rasa sakit setelah operasi.

Apa itu Implan Payudara? Ini Risikonya

Meski berguna untuk memperbesar payudara, metode implan ini juga memiliki beberapa risiko kesehatan, terutama tidak dilakukan oleh dokter berpengalaman. Adapun risikonya sebagai berikut.

  • Nyeri payudara
  • Perubahan sensasi pada puting dan payudara
  • Pembentukan dan pengerasan jaringan parut di area sekitar implan
  • Jaringan parut
  • Berdarah
  • Infeksi
  • Masalah dengan ukuran atau bentuk implan (misalnya, payudara mungkin tidak simetris)
  • Limfoma sel besar anaplastik terkait atau disebut AALCL (jarang, tetapi mungkin terkait dengan implan bertekstur)
  • Kebocoran atau pecahnya implan

Jika implan payudara pecah, biasanya cairan di dalamnya akan diserap oleh tubuh dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Apabila ini terjadi, dokter akan merekomendasikan operasi pengangkatan implan payudara.

Jadi, bagi masyarakat yang penasaran apa itu implan payudara? Ini adalah metode operasi untuk membesarkan payudara ya.



Simak Video "Benarkah Makanan Tertentu Bisa Picu Kanker Payudara?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT