Minggu, 10 Apr 2022 19:00 WIB

Dokter Sebut Gejala Varian XE Tak Parah, Lebih Enteng dari Omicron 'Original'?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Dokter menyebut gejala infeksi varian XE relatif ringan dan tidak parah. Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Hingga kini, para pakar belum bisa memastikan tingkat keparahan infeksi varian XE, rekombinan varian Omicron BA.1 dan BA.2. Namun sejumlah pihak meyakini, gejalanya tak bakal beda jauh dari Omicron sebelumnya yang relatif lebih ringan dibanding varian Corona lain.

"Seseorang tidak pernah dapat membedakan antara varian mana pun. Sub-varian baru XE tampaknya berbagi semua gejala Omicron. Umumnya lebih ringan dan tidak terlalu parah," ujar konsultan perawatan kritis di P.D. Rumah Sakit Hinduja dan Pusat Penelitian Medis, Khar, dr Bharesh Dedhia, dikutip dari Live Mint, Minggu (10/4/2022).

"Perlu kita ingat bahwa varian XE sudah hadir sekitar tiga bulan dan belum menyebar ke seluruh dunia seperti yang dilakukan Omicron. Jadi itu bukan bentuk yang berbeda. Sebaliknya, ini mirip dengan Omicron," imbuhnya.

Lebih lanjut menurut dr Dedhia, pencegahan infeksi varian XE pada dasarnya sama dengan varian-varian Corona lainnya. Tak lain, dengan mengenakan masker, menghindari kerumunan, serta mengupayakan langkah-langkah menjaga kesehatan.

"Meskipun pemerintah negara bagian setempat telah mencabut syarat penggunaan masker, saya percaya kita harus terus memakai masker, menghindari lokasi ramai, dan hanya menjaga kesehatan kita," bebernya/

"Kita juga harus memastikan bahwa kita telah divaksinasi secara lengkap, dan jika seseorang memenuhi syarat untuk mendapatkan dosis booster, dia harus menerimanya," pungkasnya.

Diketahui, varian XE pertama kali dideteksi di Inggris pada 19 Januari 2022. Susan Hopkins dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris menyebut, hingga kini belum ada kepastian informasi terkait tingkat keparahan dan efektivitas vaksin COVID-19 terhadap varian XE.

"(Varian XE) telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan," kata Susan Hopkins dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris dalam pernyataannya, dikutip dari USA Today, Minggu (10/4).

"Sejauh ini tidak ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang penularan, tingkat keparahan, atau efektivitas vaksin," pungkasnya.



Simak Video "Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)