ADVERTISEMENT

Senin, 11 Apr 2022 05:41 WIB

ROUND-UP

Vaksin Moderna Diduga Kontaminasi Banyak Tersebar di 5 Negara Ini, Ada RI?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas menyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis tiga kepada relawan di Graha Wana Bhaktiyasa, Yogyakarta, Selasa (30/11/2021). Sejumlah relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah D. I. Yogyakarta mengikuti vaksinasi massal Covid-19 dosis tiga di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Vaksinasi Covid-19 dosis tiga atau vaksin booster untuk relawan ini menggunakan vaksin moderna. Program vaksin booster diselenggara selama tiga hari. Vaksin COVID-19 Moderna. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Ratusan ribu dosis vaksin COVID-19 Moderna ditarik kembali usai ditemukan sebuah botol terkontaminasi benda asing. Meski begitu, perusahaan farmasi Moderna menekankan kontaminasi tersebut tidak berpengaruh pada masalah keamanan vaksin COVID-19. Total ada 764 ribu vaksin COVID-19 yang kembali ditarik dari peredaran.

"Tidak ada masalah keamanan yang diidentifikasi," jelas perusahaan, dikutip dari Channel News Asia, menekankan vaksin yang ditarik khusus dari produsen kontraknya, Rovi.

Moderna menyebut vaksin COVID-19 Moderna produksi Rovi, yang ditemukan salah satu botolnya terkontaminasi, banyak didistribusikan di lima negara seperti berikut:

  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
  • Spanyol
  • Swedia.

Kontaminasi sejauh ini hanya ditemukan dalam satu botol dan Moderna melakukan penarikan berdasarkan kehati-hatian. Namun, kontaminasi apa yang ditemukan dalam botol tidak segera diungkap.

Pihak berwenang Jepang tahun lalu juga menangguhkan penggunaan beberapa dosis vaksin Moderna. Setelah diinvestigasi lebih lanjut, penyelidikan menemukan kontaminan baja tahan karat di beberapa botol.

Hingga kini, sudah lebih dari 900 juta dosis vaksin COVID-19 Moderna telah didistribusikan ke seluruh dunia.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT