Senin, 11 Apr 2022 09:22 WIB

Viral Video Warga Shanghai Berteriak dari Jendela, Frustasi Gegara Lockdown

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Shanghai telah memberlakukan lockdown sejak akhir bulan lalu. Pusat keuangan di Negeri Tirai Bambu itu pun kini sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kota sehari-hari. Foto ilustrasi: REUTERS/ALY SONG
Jakarta -

Sebuah video viral di media sosial Twitter yang menunjukkan warga di Shanghai, China, berteriak dari jendela apartemennya. Hal ini dilakukan karena merasa frustasi atas tindakan penguncian ketat atau lockdown yang tengah diberlakukan di sana.

Shanghai mulai melakukan lockdown ketat sejak 5 April 2022 lalu. Tindakan ini membuat 25 juta warganya diharuskan tetap berada di dalam rumah dan apartemen, yang menyebabkan kekurangan stok makanan hingga bentrok antara warga dengan petugas kesehatan.

Selain lockdown, warga di kota tersebut juga diwajibkan melakukan tes COVID-19 berulang. Mereka dilarang meninggalkan rumah 'dengan alasan apapun', termasuk untuk mendapatkan stok makanan.

Video warga Shanghai yang berteriak itu diunggah oleh seorang pengguna Twitter di akunnya @patrickmadrid. Pemilik akun mengklaim video tersebut diambil oleh ayah dari teman dekatnya di sana.

Dikutip dari laman News.com.au, ayah dari temannya itu melaporkan bahwa orang-orang di sana berteriak di jendela karena telah 'dikurung' dan tidak bisa keluar dari apartemen mereka. Dalam rekaman tersebut, terdengar banyak teriakan dari jendela gedung apartemen terdekat.

"Ini Shanghai, semua orang berteriak, dimulai dengan pasangan sekarang semua orang berteriak, setelah seminggu terkunci, sesuatu akan terjadi, tidak ada yang tahu kapan ini akan berakhir," kata pria itu dalam klip tersebut, menurut sebuah penerjemah.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)