ADVERTISEMENT

Senin, 11 Apr 2022 11:21 WIB

Hati-hati! Dehidrasi Akibat Demo saat Puasa, Emosi Mudah Tersulut

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor demo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom) Foto: Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor demo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal menggelar demo 11 April. Terkait aksi tersebut, dokter mewanti-wanti risiko dehidrasi yang berujung emosi di antara pengunjuk rasa.

Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Prof dr Ari Fahrial Syam mengatakan risiko dehidrasi akan meningkat terlebih mereka akan berdemo di bulan puasa dan dengan cuaca yang terik.

"Kondisi dehidrasi membuat emosi para pengujuk rasa menjadi meningkat dan mereka cenderung menjadi lebih agresif," katanya dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (11/4/2022).

Prof Ari mengatakan saat demo, mahasiswa akan melakukan aksi long march dan sekali-kali berteriak-teriak, tentu hal ini akan membuat mereka mudah jatuh kedalam kondisi dehidrasi. Pada seseorang yang mengalami dehidrasi, selain lebih sensitif dan emosinya menjadi tidak terkendali, mereka juga susah berpikir jernih.

Dehidrasi sebenarnya bukan saja untuk para pengunjuk rasa tetapi juga untuk para petugas yang sedang menjalani tugas mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Berikut ciri-ciri dehidrasi yang harus diwaspadai mahasiswa

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Jika kondisi dehidrasi bertambah berat bisa fatal sampai pingsan atau tidak sadar dan menyebabkan kematian.


Simak Video "Demo Berpotensi Jadi Klaster Corona, IDI Minta Pemerintah Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT