Gampang Emosian Saat Demo? Mungkin Dehidrasi

ADVERTISEMENT

Gampang Emosian Saat Demo? Mungkin Dehidrasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 11 Apr 2022 18:38 WIB
Aksi demo di gedung DPR/MPR Jakarta pada 11 April didominasi massa mahasiswa. Namun aksi berujung ricuh hingga pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando, Senin, 11/4/2022.
Foto ilustras: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Demo 11 April oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membuat dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, babak belur.

Dilaporkan Ade Armando menjadi korban pemukulan di depan DPR, Jakarta Pusat. Polisi mengatakan Ade Armando dipukuli massa pendemo yang beringas di depan DPR RI, Jakarta Pusat.

"Ade Armando benar jadi korban pemukulan di dalam aksi demo tadi. Yang pertama dipukulnya bukan petugas, tetapi oleh sesama massa aksi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan saat dihubungi detikcom, Senin (11/4/2022).

Terlepas dari insiden tersebut, pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Prof dr Ari Fahrial Syam mengingatkan bahwa demo di bulan puasa meningkatkan risiko dehidrasi. Ketika dehidrasi meningkat, seseorang akan menjadi lebih mudah tersulut emosinya.

Saat demo, pengunjuk rasa kerap melakukan aksi long march dan sekali-kali berteriak-teriak, tentu hal ini akan membuat mereka mudah jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Pada seseorang yang mengalami dehidrasi, selain lebih sensitif dan emosinya menjadi tidak terkendali, mereka juga susah berpikir jernih.

"Kondisi dehidrasi membuat emosi para pengunjuk rasa menjadi meningkat dan mereka cenderung menjadi lebih agresif," kata Prof Ari dalam keterangan yang diterima detikcom.

Saat melakukan unjuk rasa kebutuhan cairan akan meningkat. Pada saat para pengunjuk rasa terpapar panas dan berjalan kaki menyebabkan tubuh berkeringat. Apabila pengunjuk rasa dalam keadaan puasa tentu kondisi dehidrasi akan terjadi dan akan membawa berbagai dampak komplikasi pada seseorang yang mengalami dehidrasi.

"selain lebih sensitive dan emosinya menjadi tidak terkendali, mereka juga susah berpikir jernih," beber Prof Ari.

Jika kondisi dehidrasi bertambah berat bisa fatal sampai pingsan atau tidak sadar dan menyebabkan kematian.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT