ADVERTISEMENT

Selasa, 12 Apr 2022 10:01 WIB

Dokter Singapura Terciduk Suntik Vaksin COVID-19 Palsu, Isinya Air Garam

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang dokter asal Singapura diskors setelah memberikan vaksin COVID-19 palsu berisi larutan saline atau air garam. Ia memberikan vaksin ke Healing the Divide, kelompok yang terkait dengan anti-vaksin di Singapura.

Dokter Jipson Quah setidaknya menagih biaya sekitar 1.000-1.500 dolar Singapura atau sekitar Rp 10-15 juta untuk sekali suntikan pada tiga pasien. Dia juga mengunggah status vaksinasi palsu ke Daftar Imunisasi Nasional Kementerian Kesehatan (MOH).

Dikutip dari CNA, atas kasus ini, Quah diskors oleh Dewan Medis Singapura (SMC) selama 18 bulan. Penangguhan Dr Quah tersebut dikatakan sangat diperlukan untuk melindungi anggota masyarakat dan untuk kepentingan umum.

"Tindakan Dr Quah membawa konsekuensi kesehatan masyarakat dan menunjukkan kegagalannya untuk mempertahankan standar tertinggi integritas moral dan kejujuran intelektual dan untuk melindungi dan mempromosikan kesehatan individu dan masyarakat," tegas SMC.

Dokter tersebut juga saat ini menghadapi tuntutan pidana terpisah atas penipuan terhadap Depkes dengan memberikan keterangan palsu bahwa seorang wanita telah divaksinasi Sinopharm padahal tidak, hanya untuk mendapatkan sertifikat vaksin COVID-19.

Komite kedokteran Singapura juga menambahkan bahwa sebagian besar kliniknya mengenakan biaya 50-100 dolar Singapura untuk vaksin COVID-19.



Simak Video "Seputar Vaksin BUMN IndoVac yang Sudah Didaftarkan ke WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT