Rabu, 13 Apr 2022 06:30 WIB

Kemenkes RI Masih Soroti Jabar di Tengah Tren COVID-19 Membaik, Ada Apa?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Ilustrasi masa pandemi COVID-19. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merinci sebaran kasus aktif COVID-19, angka kematian, dan keterisian tempat tidur (BOR) tertinggi secara nasional. Data tersebut berdasarkan hasil akumulasi sejak varian Omicron terdeteksi yakni pada 15 Desember 2021 hingga 11 April 2022 kemarin.

"Jawa Barat kasus aktif masih tinggi berada di angka 26.309," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Selasa (12/4/2022).

Kasus aktif tertinggi setelahnya yakni Jawa Tengah dengan total kasus sebanyak 15.670. Kemudian diikuti Papua dengan 12.062 kasus, Lampung dengan total kasus 9.091, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 7.716 kasus.

"Kasus harian positif biasanya disumbang oleh DKI Jakarta, tetapi secara akumulatif sejak 15 Desember hingga 11 April, Jawa Barat dan Jawa Tengah memberikan angka kasus konfirmasi yang cukup signifikan," tambah Nadia.

Diketahui, saat ini DKI Jakarta berada di posisi keenam penyumbang kasus COVID-19 tertinggi secara nasional. Angka kumulatif kasus positif DKI Jakarta yakni 6.084.

Sementara untuk kasus kematian terbanyak disumbang oleh Jawa Tengah dengan jumlahnya mencapai 2.445 jiwa. Diikuti Jawa Timur dengan 1.630 jiwa, DKI Jakarta dengan 1.543 jiwa, dan Jawa Barat 868 jiwa.

Keterisian rumah sakit (BOR) tertinggi ditempati oleh Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 14 persen. Diikuti Sulawesi Tengah 13,5 persen dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan 12,7 persen.



Simak Video "Kemenkes soal PeduliLindungi Diduga Langgar HAM: Akan Pelajari Dulu"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)