Kamis, 14 Apr 2022 13:58 WIB

Kok Bisa Bakteri Salmonella Masuk ke Cokelat Kinder? Begini Dugaan BPOM

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kinder Joy Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI resmi menyetop sementara peredaran produk camilan cokelat berbentuk telur Kinder. Pasalnya di sejumlah negara, perederan cokelat tersebut disetop imbas temuan kontaminasi bakteri Salmonella. Bagaimana bisa?

"Tentunya mereka sedang berproses untuk mengetahui (asal-muasal kontaminasi Salmonella di produk cokelat Kinder). Kan itu fasilitas produksinya tentunya," ujar Kepala BPOM, Penny K Lukito, saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2022).

"Makanya sekarang fasilitas produksinya ditutup, ditarik sertifikat. Seperti kita memberikan izin untuk produksi berjalan, itu ditarik di Belgia sana, Jadi sudah tidak ada proses produksi, mereka sedang meneliti bagaimana itu sampai terkontaminasi," imbuhnya.

Penny menjelaskan, infeksi bakteri Salmonella bisa memicu masalah pencernaan seperti diare. Ia juga menyorot bagaimana produk cokelat Kinder paling banyak dikonsumsi oleh anak-anak.

Seiring proses pencarian asal-muasal kontaminasi Samonella di produk Kinder yang masih berlangsung, Penny menduga kontaminasi tersebut disebabkan kendala pada higienitas. Pasalnya, Salmonella adalah bakteri yang umum ditemukan di air (waterborne disease).

"Saya kira karena Salmonella itu dari air ya, dia di dalam air jadi mungkin bahan bakunya mungkin, prosesnya, pencucian dan sebagainya yang tidak higienis," beber Penny.

"Sangat berisiko. Itulah kenapa kami juga mengambil langkah untuk berhenti dulu, kita uji dulu baru nanti ada informasi lebih lanjut," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Penny juga menjelaskan, produk Kinder yang terkontaminasi Salmonella di negara-negara Eropa adalah produksi Belgia, sementara yang beredar di Indonesia dengan izin BPOM adalah produksi India. Hingga kini, pihaknya masih melakukan pengkajian untuk memastikan produk Kinder yang beredar di Indonesia aman dari kontaminasi Salmonella.



Simak Video "Respons Tubuh saat Konsumsi Makanan yang Terkontaminasi Salmonella"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)