ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Apr 2022 04:05 WIB

BPOM Ungkap 4 Fakta Baru Kinder Joy Ditarik Gegara Waswas Salmonella

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kinder Joy 4 fakta baru Kinder Joy ditarik BPOM. (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengungkap fakta baru penarikan Kinder Joy imbas kekhawatiran cemaran bakteri Salmonella. Langkah tersebut menanggapi laporan banyak negara Eropa soal seratusan kasus anak terinfeksi Salmonella hingga menyebabkan gejala diare, kram perut, dan mual muntah.

Kabar baiknya, kasus anak terinfeksi Salmonella berasal dari produsen cokelat Kinder berbeda dengan yang tersebar di Indonesia. Cokelat Kinder di Tanah Air merupakan produksi India, sementara yang bermasalah hingga ditarik dari peredaran di Eropa dibuat di pabrik Belgia.

Kepala BPOM Penny K Lukito menegaskan belum ada laporan kasus infeksi Salmonella dikaitkan dengan Kinder Joy. Berikut empat fakta barunya:

Alasan BPOM Setop Kinder Joy

Meski belum ditemukan laporan kasus infeksi Salmonella, BPOM menyetop peredaran Kinder Joy dikarenakan kehati-hatian. Terlebih, kasus Salmonella yang ditemukan di banyak negara Eropa mengancam anak-anak, walaupun tidak ada laporan kematian.

"Yang mendapat izin edar dari BPOM adalah produk Kinder yang diproduksi dari India. Tapi karena ini adalah produk untuk anak-anak, saya merasa kita harus berhati-hati. Jadi apalagi walaupun fasilitas produksinya berbeda dari India. Untuk kehati-hatian tersebutlah, kami melakukan penghentian sementara," beber Penny dalam konferensi pers Kamis (14/4/2022).

Uji Sampling

Selama peredaran Kinder Joy disetop, BPOM bakal melakukan uji sampling. Uji sampling Kinder Joy diambil dari sampel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Penny, hasil uji sampling diperkirakan rampung di pekan ketiga April 2022. Jika ternyata terbukti aman dan bebas dari cemaran Salmonella, cokelat Kinder Joy bisa kembali beredar.

Efek Salmonella

Efek Salmonella disebut Penny berdampak pada masalah pencernaan seperti diare. Berdasarkan laporan di Inggris dan Belgia, sekitar 100 anak mengalami gejala Salmonella tersebut.

Penny menekankan infeksi Salmonella juga sebelumnya umum dilaporkan di Indonesia sehingga tetap harus berhati-hati.

"Ini sebenarnya adalah bakteri yang common ada saya kira di dalam waterborne disease juga ini termasuk. Jadi kita perlu berhati-hati jangan sampai ini menimbulkan korban," kata Penny.

"Kami mendapat informasi bahwa kejadian ini ada di Belgia dan di Inggris. Jadi produk tersebut diproduksi di Belgia dan didistribusikan ke negara-negara Eropa. Sudah menyebabkan 100 sekian korban anak-anak tapi tidak ada kematian. Namun tetap karena tidak ada kematian bisa jadi karena daya tahan tubuhnya tinggi, jadi berbahaya untuk anak yang daya tahan tubuhnya rendah," sambungnya.

Masih Temukan Kinder Joy? Lapor BPOM!

Penny lagi-lagi menekankan masyarakat untuk tidak membeli atau mengonsumsi produk Kinder Joy sementara waktu hingga hasil uji sampling keluar. Karenanya, jika masih menemukan produk Kinder Joy beredar di pasaran, Penny mengimbau masyarakat segera melapor.

"Masyarakat juga jangan mengonsumsi dulu, jangan membeli, dan melaporkan kepada kami kalau ada produk tersebut, Kinder, dengan berbagai bentuk macamnya," katanya.

"Penjualan melalui online juga hati-hati apalagi tidak ada izin edar dari Badan POM," pungkas dia.



Simak Video "Kinder Joy Boleh Dijual Lagi! BPOM Nyatakan Aman dari Salmonella"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT