ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Apr 2022 12:01 WIB

Gejala Varian XE, Lebih Bahaya dari 'Sesepuh Omicron' atau Mirip Flu Biasa?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Gejala Omicron XE (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi melaporkan temuan subvarian baru yang disebut Omicron XE. Subvarian ini merupakan rekombinan dari Omicron BA.1 dan son of omicron (BA.2). Dilaporkan sudah ada lebih dari 600 kasus subvarian XE di Inggris.

WHO mengklaim bahwa subvarian Omicron XE lebih menular 10 persen daripada subvarian BA.2, yang diyakini termasuk varian Corona paling menular di dunia. Banyak di antaranya yang terpapar sudah menerima vaksin COVID-19 lengkap. Lantas, seperti apa gejalanya?

Dalam kondisi subvarian Omicron XE yang masih baru ditemukan, hingga kini tidak ada gejala baru pada varian XE yang berbeda dari strain aslinya atau Omicron (BA.1).

Mengingat gejala varian Omicron disebut sangat mirip dengan flu biasa. Sedangkan tiga gejala klasik virus Corona, yakni batuk, demam tinggi, serta kehilangan rasa dan bau justru jarang ditemukan pada pasien Omicron.

Adapun gejala subvarian Omicron XE, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan (ringan atau berat)
  • Nyeri tubuh
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek

"Sejauh ini, gejala yang dilaporkan dengan varian ini tetap sama seperti Omicron sebelumnya, seperti kelelahan, lesu, demam, sakit kepala, nyeri tubuh, jantung berdebar dan masalah jantung," kata dr Charu Dutt Arora, konsultan dokter dan spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Asia, Faridabad, dikutip dari Hindustan Times, Jumat (15/4/2022).

Tanggapan Kemenkes soal Omicron XE

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menjelaskan varian XE, XD, dan XF lebih menular dibandingkan varian Omicron asli.

Mengingat subvarian yang ditemukan tak hanya Omicron XE, tetapi rekombinan dari Omicron dan Delta atau disebut XD, dan XF atau gabungan Omicron dengan Delta Inggris.

Maka dari itu, pihaknya memberi perhatian khusus akan kemunculan ketiga varian tersebut jelang mudik Lebaran.

"Sebagai upaya menekan laju penularan dan memitigasi kemungkinan dampak mudik, varian ini menjadi perhatian kita bersama," kata Siti Nadia dalam konferensi pers virtual, Selasa (12/4/2022).

Lebih lanjut Siti Nadia mengatakan, belum ada gejala khusus yang ditimbulkan ketika seseorang terinfeksi varian XE, XD, ataupun XF. Kemungkinan gejala yang muncul mirip dengan gejala saat terinfeksi Omicron.

"Saat ini belum ada gejala khusus dari varian XE, XD, dan XF. Karena varian ini masih satu jenis dengan subvarian Omicron," paparnya.



Simak Video "Satgas Pastikan Varian Omicron XE Belum Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT