ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Apr 2022 15:01 WIB

Moderna Tarik 764 Ribu Vaksin COVID Terkait Kontaminasi, RI Aman? Ini Kata BPOM

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Australia dan Moderna Sepakat Akan Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Setiap Tahun Vaksin Moderna (Foto: DW (News))
Jakarta -

Perusahaan farmasi Moderna melakukan penarikan kembali ratusan ribu dosis vaksin COVID-19 di Eropa. Hal tersebut terjadi karena ditemukan kontaminasi elemen asing di dalam vaksin.

Berdasarkan keterangan perusahaan, Moderna mengungkap hanya satu vial vaksin COVID-19 dari perusahaan kontraktor Rovi yang terbukti terkontaminasi. Meskipun begitu, Moderna tetap melakukan penarikan sekitar 764.900 dosis vaksin COVID-19 dari beberapa negara dalam rangka kehati-hatian

"Dalam rangka kehati-hatian," ungkap Moderna seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (15/4/2022).

Adapun negara yang terdampak penarikan ini, yaitu:

  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
  • Spanyol
  • Swedia

Tanggapan BPOM soal Vaksin Moderna

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito ikut merespons temuan kontaminasi tersebut. Pihaknya dipastikan langsung mengecek produk atau stok vaksin COVID-19 Moderna di Indonesia yang mungkin serupa, berasal dari Rovi.

"Saya cek," beber Penny kepada detikcom melalui pesan singkat kepada detikcom Senin (11/4/2022).

Sementara dalam kasus ini, raksasa farmasi AS belum mengungkap kandungan kontaminasi apa yang ditemukan. Namun, sebelumnya Moderna juga pernah melakukan recall vaksin COVID-19 di Jepang. Saat itu vaksin ditemukan tercemar oleh bahan stainless steel.



Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Masuk Mal, Begini Respons Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT