ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Apr 2022 18:50 WIB

Kemenkes Angkat Bicara, Tepis Tudingan AS soal PeduliLindungi Langgar HAM

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
PeduliLindungi Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Laporan Praktik Hak Asasi Manusia (HAM) yang dirilis Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat ikut menyoroti kasus di Indonesia. Salah satu poin dugaan pelanggaran HAM dalam laporan tersebut dikaitkan dengan aplikasi PeduliLindungi yang selama ini berfungsi menjadi aplikasi tracing COVID-19, mencegah penularan semakin meluas.

Mengutip laporan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tidak disebutkan namanya, Kemenlu AS menyebut pelanggaran aplikasi PeduliLindungi dikaitkan dengan data privasi setiap warga.

Kementerian Kesehatan RI buka suara soal tudingan pelanggaran HAM terkait PeduliLindungi. Aplikasi yang sudah diunduh lebih dari 90 juta orang tersebut ditegaskan berhasil mencegah risiko pasien COVID-19 berkeliaran di ruang publik sehingga tidak berisiko menyebarkan virus.

PeduliLindungi sudah dirilis sejak Maret 2020. Sepanjang 2021 hingga 2022 data Kemenkes RI mencatat PeduliLindungi sudah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah (vaksinasi belum lengkap) memasuki ruang publik dan telah mencegah 538.659 upaya orang yang terinfeksi COVID-19 (status hitam) melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

"PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan COVID-19 di Indonesia dibanding negara tetangga dan bahkan negara maju. Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron," kata juru bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, M Epid pada Jumat (15/04) dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar," tutur Nadia.



Simak Video "Tangkisan RI Terkait Sorotan PeduliLindungi Diduga Langgar HAM"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT