Jumat, 15 Apr 2022 21:00 WIB

Biang Kerok China Hadapi Lonjakan Kasus saat Banyak Negara Mulai 'Bye-bye' COVID

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Lockdown di salah satu kota terbesar China, Shanghai, masih berlangsung. Lebih dari 10 ribu petugas kesehatan pun dikirimkan ke sana untuk bantu atasi COVID-19. COVID-19 di China. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Saat ini warga China di berbagai daerah tengah cemas dihantui kasus COVID-19 yang meningkat. Hal ini dipicu penularan virus melalui aerosol.

Aerosol merupakan droplet pernapasan yang sangat kecil, sehingga bisa menyebar di udara selama berjam-jam dan dalam jarak yang jauh. Ini bisa menginfeksi orang yang menghirup partikel aerosol di udara.

Dikutip dari Global Times, ini menyebabkan warga di China terpapar virus setelah menghirup udara.

Kecemasan ini bermula saat seorang warga di Provinsi Shandong, China, tertular pasien COVID-19. Saat itu, warga tersebut menggali lahan sayur yang letaknya berdekatan dengan pasien tanpa gejala.

Diketahui, saat itu keduanya tidak menggunakan masker.

Menurut laporan dari Jimu News, otoritas Taierzhuang mengatakan kasus tersebut terjadi pada bulan Maret 2022. Saat itu, pihaknya tengah mengimbau warganya untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan.Berdasarkan survei epidemiologi dan analisis data yang diunggah di WeChat resmi pemerintah Distrik Taierzhuang, Kota Zhouzhuang, Provinsi Shandong, warga tersebut tertular melalui transmisi aerosol.

Otoritas setempat meyakini bahwa meningkatnya kasus positif COVID-19 yang dilaporkan di berbagai wilayah di China terjadi akibat transmisi aerosol.

Kasus yang Diyakini Transmisi Aerosol Lainnya

Kasus COVID-19 lainnya yang juga diyakini terjadi akibat transmisi aerosol terjadi di Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang, China. Warga yang positif COVID-19 itu kemungkinan besar menularkan virus pada dua sopir di dalam garasi bawah tanah saat kaca mobil terbuka. Diketahui, saat itu tidak ada satupun dari mereka yang memakai masker.

Dugaan penularan melalui transmisi aerosol ini pertama kali merebak sejak seorang wanita lansia di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, pada bulan Mei 2021 lalu. Ia diduga terinfeksi setelah dirawat di rumah sakit terdekat dan dikunjungi oleh orang yang positif COVID-19.

Melihat kasus tersebut, para ahli menyarankan untuk menyediakan ventilasi yang baik, wajib memakai masker, dan rutin melakukan desinfeksi. Hal ini dapat mengurangi konsentrasi aerosol dan memberikan pencegahan yang efektif.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)