Sabtu, 16 Apr 2022 03:00 WIB

Round Up

Kemenkes Tegaskan Tuduhan PeduliLindungi Langgar HAM Tidak Mendasar!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam laporan praktik Hak Asasi Manusia (HAM) menyinggung data status vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi. Kementerian Kesehatan RI angkat bicara mengenai spekulasi liar yang berkembang.

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar," beber juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (16/4/2022).

Nadia menambahkan penggunaan PeduliLindungi secara masif memberikan dampak positif untuk melakukan kebijakan surveilans penanganan COVID-19. Aplikasi PeduliLindungi juga disebut telah memuat prinsip-prinsip tata kelola aplikasi yang jelas, termasuk kewajiban untuk tunduk dengan ketentuan perlindungan data pribadi.

Aspek keamanan sistem dan perlindungan data pribadi pada PeduliLindungi menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Seluruh fitur PeduliLindungi beroperasi dalam suatu kerangka kerja perlindungan dan keamanan data yang disebut Data Ownership and Stewardship.

"Marilah kita secara seksama membaca laporan asli dari US State Department. Laporan tersebut tidak menuduh penggunaan aplikasi ini melanggar HAM. Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran," tutur Nadia

Tudingan AS mengenai pelanggaran HAM yang menyinggung PeduliLindungi bisa disimak di laman SELANJUTNYA

Selanjutnya
Halaman
1 2