Cemas Saat Bekerja? Praktisi Meditasi Sarankan 'Napas Seperti Bayi', Ini Caranya

ADVERTISEMENT

Cemas Saat Bekerja? Praktisi Meditasi Sarankan 'Napas Seperti Bayi', Ini Caranya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sabtu, 16 Apr 2022 17:05 WIB
Ilustrasi bekerja
Ilustrasi rasa cemas di tengah kesibukan bekerja. Foto: Getty Images/iStockphoto/bunditinay
Jakarta -

Pada kondisi tertentu, rasa cemas dibarengi sakit kepala saat sibuk bekerja rupanya bisa dipicu oleh 'kelupaan bernapas'. Selain langkah medis, teknik bernapas dengan hitungan dan napas perut layaknya pernapasan bayi boleh dicoba untuk meredakan kecemasan. Bagaimana caranya?

Mindfulness meditation practitioner, Edwin Tan atau yang biasa dikenal sebagai Buah Meditasi menjelaskan, banyak orang tak pernah diajarkan cara bernapas yang benar.

Orang yang panik umumnya refleks berusaha bernapas sebanyak mungkin, sehingga yang dilakukan adalah pernapasan dada, bukan perut. Padahal jika pernapasan yang dilakukan adalah napas perut, napas bisa lebih panjang sehingga pengaruhnya pada emosi pun menjadi lebih baik.

"Cara bernapas yang benar itu sangat penting. Kebanyakan orang yang panik itu akhirnya napas sebanyak mungkin, jadinya akhirnya napas dada. Itu yang menyebabkan rasa cemas, panic attack, berdebar-debar itu muncul. Yang harus kita lakukan sebenarnya adalah napas yang dalam, di mana tarik napasnya 4 hitungan saja pendek, buang napasnya panjang 6 hitungan atau lebih, dan napas perut," ujarnya saat ditemui detikcom di Jakarta Barat, Minggu (10/4/2022).

Mindfulness meditation practitioner, Edwin Tan atau yang biasa dikenal sebagai Buah MeditasiMindfulness meditation practitioner, Edwin Tan atau yang biasa dikenal sebagai Buah Meditasi. Foto: Vidya Pinandhita

"Pada saat buang napas perutnya mengembang, buang napas perutnya mengempis. Seperti bayi. Bernapaslah seperti bayi. Yang membuat napas dada sebenarnya aktivitas, ritme, kebiasaan. Sekarang secara informal tidak usah meditasi saya napas perut karena sudah kebiasaan," imbuh Edwin.

Edwin menambahkan, napas sangat berhubungan dengan emosi. Semakin napas pendek, semakin rasa panik dan cemas mudah timbul. Walhasil, teknik pernapasan yang benar bisa dicoba untuk membuat diri lebih rileks, serta menyeimbangkan nervous system.

"Napas sangat berhubungan dengan emosi. Di mana napas kita pendek, emosi kita terpengaruh. Terasa? Kalau napas kita panjang, kita lebih netral melihat kondisi," jelas Edwin.

Baca juga:

Bagaimana cara bernapas yang benar saat cemas sewaktu bekerja?

Edwin memberi contoh, rasa panik timbul ketika seseorang sedang di tengah kesibukan bekerja atau dikejar deadline. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menerapkan cara bernapas yang benar:

  1. Letakkan satu tengah di depan dada dan satu tangan di depan perut
  2. Pada saat kita merasa napas kita berantakan, coba tarik napas, dan sadari perutnya mengembang
  3. Buang napas, sadari perutnya mengempis perlahan
  4. Tarik napas, (berhitung) two, three, four
  5. Buang napas lebih panjang biasanya (berhitung) two, three, four, five, six
  6. Lakukan sekitar 10 set.


Simak Video "Siapa yang Lebih Rentan Alami Stres Saat Liburan?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT