Minggu, 17 Apr 2022 16:10 WIB

WHO Ingatkan Jumlah Tes COVID-19 RI Menurun, 3 Provinsi Masih Catat Kenaikan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sebanyak 17 murid SMAN 2 Bantul, DIY, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menggelar swab massal kepada guru dan siswa. Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap tiga provinsi yang masih melaporkan peningkatan kasus per 4 hingga 10 April dalam laporan terbarunya. Kenaikan paling banyak dicatat Maluku yakni 100 persen.

Dua provinsi lainnya Papua Barat melaporkan kenaikan 24 persen selama sepekan, disusul Nusa Tenggara Barat yang kasusnya meningkat 13 persen. Lantaran kenaikan dilaporkan mendekati libur Lebaran 2022, WHO meminta masyarakat untuk waspada.

"Upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial seperti penggunaan masker yang pas, jaga jarak, ventilasi ruang dalam ruangan dan kebersihan tangan harus terus diterapkan di seluruh negeri, terutama dengan potensi peningkatan mobilitas selama Ramadhan dan Idul Fitri," pesan WHO dalam laporan yang dirilis di laman resmi mereka, dikutip Minggu (17/4/2022).

Positivy rate di periode yang sama secaran nasional rata-rata berada di 2,1 persen. WHO mengingatkan angka ini bisa diandalkan jika jumlah testing dilakukan sesuai standar WHO yakni satu orang per 1.000 populasi per minggu.

"Selama minggu 4 hingga 10 April, tingkat pengujian atau testing menurun menjadi 2,20 per 1000 populasi per minggu, setelah sebelumnya mempertahankan testing di lebih dari 5 orang diuji per 1000 populasi per minggu pada bulan Februari," sambung WHO.

"Penting untuk memastikan kelanjutan dari strategi pengujian yang ketat untuk mengidentifikasi dengan cepat kasus COVID-19 di antara kasus suspek atau yang dicurigai terpapar Corona," lanjut WHO.

Indonesia Punya 31 Silsilah Omicron

WHO melaporkan Indonesia memiliki 31 silsilah Omicron (dari silsilah induk B.1.529). Garis keturunan BA.2 dan BA.2.3 paling dominan di Indonesia di
minggu-minggu terakhir.

"Berdasarkan bukti yang tersedia saat ini, subvarian Omicron BA.2 paling banyak memiliki karakteristik mutasi dengan garis keturunan BA.1," kata WHO.



Simak Video "Isu Kesehatan Global yang Disorot WHO di Rapat Menkes G20"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)