Minggu, 17 Apr 2022 10:02 WIB

Mohon Perhatian, COVID-19 di 2 Provinsi Ini Masih Disorot WHO!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyoroti dua provinsi Indonesia dengan risiko penularan komunitas paling tinggi dibandingkan provinsi lain. Catatan mereka per 4 hingga 10 April menunjukkan tersisa DKI Jakarta dan DI Yogyakarta yang berada di level penularan komunitas sedang.

Kasus mingguan DKI Jakarta berada di 45,6 per 100.000 populasi sementara Daerah Istimewa Yogyakarta 21,6 per 100.000 populasi.

"Berdasarkan pedoman sementara WHO, ini berarti ada risiko moderat infeksi COVID-19 untuk populasi umum dan insiden moderat dari kasus yang didapat secara lokal dan tersebar luas yang terdeteksi di 14 hari ke belakang," kata WHO dalam laporan WHO Situation Report Indonesia, dikutip Minggu (17/4/2022).

"Sisanya 32 provinsi berada pada tingkat penularan masyarakat yang rendah," beber WHO.

WHO menyebut jumlah kasus mingguan per 4 hingga 10 April tercatat sebanyak 12.726 kasus, menurun 39 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

"Pada 13 April, 29 kematian baru dilaporkan, sehingga totalnya melaporkan 155.746 kasus sejak awal pandemi. Jumlah mingguan kematian dari 4 hingga 10 April adalah 338, yang 45 persen lebih rendah dari seminggu sebelumnya," tulis WHO.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)