ADVERTISEMENT

Senin, 18 Apr 2022 14:30 WIB

Kemenkes soal Laporan Pelanggaran HAM AS Singgung PeduliLindungi: Data Aman!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi (Rolando FS/detikcom) Foto: Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi (Rolando FS/detikcom)
Jakarta -

Belakangan ramai soal Laporan Praktik Hak Asasi Manusia (HAM) yang dirilis Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyoroti kasus di Indonesia. Salah satu poin laporan dikaitkan dengan aplikasi PeduliLindungi yang berfungsi sebagai aplikasi tracing COVID-19.

Menurut laporan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tidak disebutkan namanya, Kemenlu AS menyebut ada potensi pelanggaran yang berkaitan dengan aplikasi dikaitkan data privasi setiap pengguna.

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merespons laporan tersebut. Kemenkes menegaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi ini akan melindungi data dari para penggunanya.

"Tuduhan ini tidaklah beralasan. Apabila dibaca dengan seksama, tidak ada sangkaan bahwa PeduliLindungi melanggar HAM. Tata kelola Aplikasi PeduliLindungi jelas bahwa keamanan dan perlindungan data pengguna adalah prioritas utama," tulis Kemenkes dalam akun Twitter resminya yang dilihat detikcom, Senin (18/4/2022).

Kemenkes mengungkapkan pengembangan aplikasi PeduliLindungi ini sudah sesuai dengan kesepakatan global dalam Joint Statement Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) on Data Protection and Privacy in the COVID-19 Response tahun 2020 lalu.

Selain itu, seluruh fitur di aplikasi PeduliLindungi ini beroperasi dalam suatu kerangka kerja perlindungan dan keamanan data yang disebut Data Ownership and Stewardship. Aplikasi ini akan meminta persetujuan dari pengguna terkait data hingga izin akses untuk mengumpulkan data yang sifatnya pribadi dan sensitif.

"Langkah ini menjadi lapisan dalam setiap transaksi pertukaran data," lanjutnya.

"PeduliLindungi dipastikan aman, terpercaya, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan data penggunanya," tegas Kemenkes.

Kemenkes menegaskan sejak awal penggunaan aplikasi ini mengumpulkan data pasien COVID-19, vaksinasi, hingga riwayat perjalanan dari dalam maupun luar negeri. Data tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan terkait penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Tetap gunakan aplikasi PeduliLindungi kamu saat akan memasuki ruang publik ataupun saat akan bepergian di semua moda transportasi untuk membantu menekan penularan COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Epidemiolog Dicky Budiman Vaksinasi Covid Sampai 5 Kali"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT