Selasa, 19 Apr 2022 09:06 WIB

Epidemiolog Usul PPKM Dicabut, Kemenkes Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi PPKM Foto ilustrasi: detikcom/Denny
Jakarta -

Epidemiolog Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai Indonesia tak perlu lagi melakukan intervensi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tengah tren COVID-19 melandai.

Terlebih, menurutnya, lebih dari 90 persen warga Indonesia sudah memiliki antibodi COVID-19. Pandu mengimbau pemerintah fokus pada program vaksinasi.

"Pengetatan kegiatan masyarakat seperti PPKM tidak perlu lagi sebagai pilihan intervensi. Fokus pada vaksinasi semua penduduk dan pertahankan perilaku masker yang benar," cuit dia di Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Selasa (19/4/2022).

"Lupakan PPKM, lakukan vaksinasi dan pakai masker. Masyarakat bebas beraktivitas, tetap waspada dan jaga kesehatan," sambung dia.

Merespons hal tersebut, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan pemerintah belum berencana mencabut aturan PPKM. Pasalnya, strategi pengendalian COVID-19 dengan indikator PPKM mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Sampai saat ini belum ya dan tentunya akan dikonsultasikan dengan para ahli mengingat PPKM menjadi indikator yang direkomendasikan oleh WHO selama pandemi," kata dr Nadia kepada detikcom, Selasa (19/4/2022).

PPKM ditegaskan dr Nadia memudahkan pengaturan aktivitas setiap masyarakat berdasarkan risiko COVID-19 di setiap wilayah.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)