Selasa, 19 Apr 2022 11:43 WIB

Orang Cerdas Rawan Jadi Pembohong? Ini Kata Psikolog

Nada Celesta - detikHealth
Jakarta -

Kita selalu diajarkan bahwa berbohong bukanlah hal yang baik. Namun, terkadang bohong adalah opsi yang bisa diambil untuk menyelamatkan diri, atau untuk mendapat keuntungan.

"Kalau dari psikologis dan dari pendapat saya pribadi, kebohongan yang orang-orang lakukan itu dia sadari," kata Psikolog Klinis dan Dosen Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta, Cania Mutia, M.Psi., Psikolog di acara e-Life detikcom.

"Nah, ketika kebohongan ini jadi satu kebiasaan baru, bisa jadi sih lama-lama dia nggak menyadari kalau itu berbohong. Karena dia ngerasa itu hal yang biasa aja, kayak otomatis gitu," lanjut Cania.

Pada dasarnya, bohong juga bukan hal yang mudah dilakukan. Cania menjelaskan bahwa tindakan berbohong membutuhkan kecerdasan. Seseorang harus memiliki kemampuan kognitif yang bagus untuk bisa menyusun strategi agar bisa menutupi kebohongannya dan membuat orang-orang di sekitarnya percaya.

"Nggak salah sih, kalau kita lihat, ada orang-orang cerdas yng pada akhirnya sering memutar balikkan fakta, seringkali menciptakan cerita-cerita atau narasi-narasi yang pada akhirnya jadi boomerang buat dirinya sendiri," jelasnya.

Namun, bukan berarti orang cerdas sudah pasti adalah pembohong. Moralitas dan pengaruh lingkungan menjadi aspek penting yang kemudian bisa mengarahkan seseorang untuk melakukan kebohongan atau tidak.

"Akhirnya, yang menentukan adalah moralitas kita. Kalau saya cerdas dan dipengaruhi lingkungan yang membiasakan saya untuk berbohong, bisa jadi akhirnya kecerdasan itu saya gunakan untuk kepentingan saya sendiri," kata Cania.

(mjt/mjt)