ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Apr 2022 14:30 WIB

Vaksin Kanker Serviks Wajib Mulai 2022, Gratis atau Bayar?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Vaksin Kanker Serviks Wajib Tahun 2022 (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa vaksin HPV atau vaksin kanker serviks wajib mulai tahun ini sebagai upaya pencegahan kanker sejak dini. Hal ini dikarenakan prevalensi kanker serviks di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Berdasarkan data Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat kasus kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

"Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer, serviks ada vaksinnya," beber Menkes dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa, Minggu (18/4/2022).

Selain itu, vaksin ini juga berguna untuk menekan risiko kematian kanker serviks dan jumlah pasien yang memerlukan perawatan rumah sakit. Serupa dengan COVID-19, jumlah anggaran yang dikeluarkan dalam langkah pencegahan jauh lebih murah dibandingkan perawatan.

"Kita mau melakukan tindakan preventif dan promotif, sama seperti COVID-19 kalau kita sakit masuk rs itu kan biayanya puluhan juta," jelas Menkes dalam kesempatan berbeda, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

"Tapi kalau misalnya kita cegah pakai masker, minum vitamin itu jauh lebih murah jadi vaksinasi kita sifatnya mencegah bukan mengobati orang sakit," sambung dia.

Pada awalnya, program wajib vaksin HPV baru diberlakukan di beberapa wilayah sejak 2021. Namun, rencananya mulai tahun ini bakal diwajibkan untuk seluruh provinsi Indonesia.

"Mulai berlaku tahun ini," pungkas dia.

Vaksin kanker serviks wajib mulai tahun 2022, gratis atau bayar?

Budi memastikan vaksin yang masuk dalam program nasional dipastikan gratis, termasuk vaksin HPV.

"Gratis. Semua vaksin yang masuk program pemerintah itu dipastikan tidak usah bayar," katanya.

Selain vaksin HPV, Menkes menyebut bakal lebih banyak jenis vaksin yang masuk program pemerintah termasuk vaksin untuk mencegah pneumonia dan diare pada anak.



Simak Video "Simak! Penjelasan Kemenkes soal Program Vaksin Kanker Serviks Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT