Selasa, 19 Apr 2022 15:01 WIB

DKI-Jabar Paling Diamuk Omicron, Sisa 2 Wilayah Belum Terdampak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Strips of newspaper with the words Omicron and Covid-19 typed on them. Omicron variant of COVID-19. Black and white. Close up. Sebaran terbaru kasus varian Omicron di RI. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Professor25)
Jakarta -

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) kembali merilis jumlah kumulatif terbaru kasus varian Omicron di Indonesia. Sejak awal kemunculannya, sudah ada lebih dari 10 ribu kasus Omicron yang terdeteksi di Indonesia.

Berdasarkan data dari Balitbangkes per 18 April 2022, jumlah kasus varian Omicron kini semakin jauh melebihi Delta. Tercatat ada 10.318 kasus Omicron dan 8.672 varian Delta.

Dari 34 provinsi, ada dua daerah yang paling banyak melaporkan kasus Omicron yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sementara itu, ada dua provinsi yang masih belum terdampak atau nihil kasus Omicron yaitu Papua Barat dan Maluku.

Berikut sebaran 10.318 kasus varian Omicron di Indonesia, menurut data Balitbangkes Kemenkes RI per 18 April 2022:

Sebaran Omicron

  • DKI Jakarta: 5.836 kasus
  • Jawa Barat: 1.500 kasus
  • Banten: 619 kasus
  • Jawa Tengah: 488 kasus
  • Jawa Timur: 416 kasus
  • Bali: 134 kasus
  • Papua: 127 kasus
  • Sulawesi Utara: 109 kasus
  • Sulawesi Selatan: 106 kasus
  • DI Yogyakarta: 104 kasus
  • Lampung: 92 kasus
  • Nusa Tenggara Timur: 74 kasus
  • Kepulauan Bangka Belitung: 64 kasus
  • Kalimantan Tengah: 61 kasus
  • Riau: 60 kasus
  • Sumatera Utara: 53 kasus
  • Kalimantan Barat: 52 kasus
  • Kalimantan Utara: 47 kasus
  • Aceh: 47 kasus
  • Sulawesi Tenggara: 46 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 45 kasus
  • Kalimantan Timur: 44 kasus
  • Sumatera Barat: 38 kasus
  • Gorontalo: 27 kasus
  • Sumatera Selatan: 27 kasus
  • Kepulauan Riau: 26 kasus
  • Jambi: 24 kasus
  • Kalimantan Selatan: 19 kasus
  • Sulawesi Tengah: 15 kasus
  • Maluku Utara: 12 kasus
  • Bengkulu: 5 kasus
  • Sulawesi Barat: 1 kasus


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)