ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Apr 2022 15:15 WIB

Vaksin Primer Pfizer Boosternya Apa? Yang Mau Mudik Buruan Cek!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Petugas kesehatan dari kepolisiam memberikan vaksin booster kepada warga di kawasan Pasar Induk Kramat Jati,  Rabu (6/4). Vaksin primer Pfizer boosternya apa? Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Vaksin primer Pfizer boosternya apa sih? Mengingat kini masyarakat sudah banyak yang mencari lokasi hingga jenis vaksin dosis ketiga untuk memenuhi syarat mudik lebaran 2022 tanpa tes COVID-19. Aturan tersebut resmi ditetapkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu bagi masyarakat yang ingin pulang kampung.

Sebagai informasi, Pfizer merupakan vaksin terakhir yang tiba di Indonesia. Serupa dengan Moderna, vaksin Pfizer diproduksi dari Amerika Serikat yang diciptakan dengan platform mRNA untuk COVID-19.

Vaksin ini juga telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Bahkan, jadi salah satu vaksin yang diincar banyak orang untuk booster lho.

Meskipun demikian, masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin booster atau dosis ketiga harus memenuhi sejumlah syarat berikut.

Vaksin Primer Pfizer Boosternya Apa? Ini Syaratnya

  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Sudah menerima vaksin kedua dengan jarak minimal 3 bulan
  • Kelompok prioritas vaksin booster adalah orang lanjut usia (lansia) dan pengidap immunocompromised
  • Memiliki tiket vaksin dosis ketiga di PeduliLindungi

Vaksin Primer Pfizer Boosternya Apa?

Berdasarkan Surat Edaran terbaru Kemenkes nomor SR.02.06/II/ 1188 /2022, tentang Penambahan Regimen Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), Kementerian Kesehatan RI menetapkan 6 kombinasi booster dengan 4 jenis vaksin yang digunakan, yaitu:

  • Pfizer
  • AstraZeneca
  • Moderna
  • Sinopharm

Vaksin booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired (ED) terdekat.

Saat ini penerima vaksin Pfizer diberikan melalui mekanisme heterolog (pemberian booster dengan jenis vaksin berbeda dari vaksin primer sebelumnya, serta homolog (pemberian booster dengan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer sebelumnya. Adapun kombinasinya sebagai berikut.

Vaksin Booster untuk Prizer

  • Vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml)
  • Vaksin Moderna setengah dosis (0,25 ml)
  • Vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml)

Vaksin Primer Pfizer Boosternya Apa? Ini Efek Sampingnya

Selain vaksin primer Pfizer boosternya apa, masyarakat juga perlu tahu efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang ditimbulkan dari vaksin ini.

Efek samping vaksin Pfizer yang dilaporkan umumnya berlangsung selama beberapa hari, mencakup:

  • Nyeri di tempat suntikan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Menggigil
  • Nyeri sendi
  • Demam

Vaksin Primer Pfizer Boosternya Apa? Ini Target Rekomendasinya

Begitu juga dengan target penyuntikannya, masyarakat juga perlu tahu selain tentang vaksin primer Pfizer boosternya apa. Berikut target rekomendasi penyuntikan vaksin Pfizer.

  • Pengidap gangguan jantung, pernapasan, obesitas
  • Penyintas COVID-19*
  • Pengidap HIV +*
  • Pengidap gangguan imun*
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui

*Dengan anjuran tenaga kesehatan

Vaksin Primer Pfizer Boosternya Apa? Ini Kelebihannya

Apa sih kelebihan vaksin Pfizer sampai diincar banyak orang untuk booster? Simak informasi berikut.

1. Relatif Aman dan Bisa Ditoleransi

Kelebihan vaksin Pfizer yang pertama, efek sampingnya dinilai lebih ringan sehingga relatif aman digunakan pada kelompok komorbid, seperti penyakit kronis, pengidap autoimun, komorbid berat, dan gangguan kesehatan lainnya.

Vaksin Pfizer juga dapat ditoleransi pada semua kelompok usia termasuk ibu hamil dan menyusui. Tak heran jika kelebihan vaksin Pfizer ini yang bikin masyarakat tertarik.

2. Efikasi 100 Persen pada Remaja

Kelebihan vaksin Pfizer juga terlihat dari efikasinya. Berdasarkan uji klinis fase 3, vaksin Pfizer ini memberikan efikasi 95,5 persen pada usia 16 tahun ke atas, dan 100 persen pada anak-remaja 12-15 tahun.

Suntikan diberikan secara intramuskular 2 kali dengan interval 3 pekan, masing-masing dengan dosis 0,3 ml.

3. Menunjukkan Respons Imun yang Baik

Data imunogenisitas menunjukkan respons imun yang baik setelah pemberian dua dosis vaksin Pfizer dengan selang waktu 3 minggu.

Meskipun satu dosis vaksin Pfizer dapat memberikan sedikit perlindungan, namun hal itu hanya berlangsung untuk jangka pendek saja. Itu sebabnya pemberian dua dosis akan memberikan perlindungan yang lebih aman dan optimal.

Jadi, bagi masyarakat yang masih bingung terkait vaksin primer Pfizer boosternya apa? Saat ini boosternya menggunakan jenis vaksin Moderna, AstraZeneca, dan Pfizer.



Simak Video "Efektivitas Booster Pfizer dan Moderna Nantinya akan Menurun "
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT