ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Apr 2022 16:01 WIB

Heboh India Ribut dengan WHO soal COVID-19, Ada Apa?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Usai dihantam tsunami Corona, India kembali buka perbatasannya untuk turis asing mulai Oktober lalu. Hanya turis yang telah divaksin COVID-19 yang boleh masuk. India mengecam laporan WHO terkait kasus kematian COVID-19 di negaranya. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

India mengecam sebuah laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait klaim kasus kematian akibat COVID-19. Dalam laporan itu, WHO mengklaim COVID-19 telah menewaskan sekitar 4 juta orang di India.

Laporan tersebut belum dirilis resmi ke publik, tetapi WHO terlihat jelas menyoroti data jumlah kasus dan kematian COVID-19 di India. Pekan lalu, The New York Times melaporkan India menghentikan rilis laporan kematian lantaran tidak terima dengan catatan WHO yang menyebut kematian COVID-19 India jauh lebih tinggi dari angka resmi.

Dikutip dari laman TRT World, kesimpulan laporan WHO tersebut serupa dengan data jurnal Lancet bulan lalu dan studi Science per Februari, mereka mengkalkulasikan angka kematian COVID-19 di India setidaknya mencapai 3,2 juta.

Namun, Kementerian Kesehatan India bersikeras mempertanyakan model matematika yang digunakan WHO untuk memperhitungkan data kasus kematian COVID-19. India bahkan mengklaim laporan itu tidak representatif dan terbukti secara ilmiah.

Belum Ada Respons dari WHO

Kementerian Kesehatan India sudah memberikan beberapa keluhan melalui komunikasi dan pertemuan formal sejak November 2021 lalu kepada WHO. Tetapi, belum ada respons yang memuaskan.

"Tanggapan yang memuaskan belum diterima dari WHO," ungkap Kementerian Kesehatan India.

Berdasarkan angka resmi pemerintah India, ada 520 ribu kasus kematian akibat COVID-19 secara nasional. Angka itu merupakan yang tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT