Singapura Mulai Uji Coba Obat Lianhua Qingwen untuk Pasien COVID-19 Ringan

ADVERTISEMENT

Singapura Mulai Uji Coba Obat Lianhua Qingwen untuk Pasien COVID-19 Ringan

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 20 Apr 2022 04:07 WIB
Covid-19 pharmacy in capsule for emergency use, Health care medical and outbreak of virus concept. 3d rendering.
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Singapura dilaporkan mulai melakukan uji klinis obat tradisional China Lianhua Qingwen untuk mengobati pasien COVID-19 bergejala ringan. Obat ini sebelumnya juga sempat ramai di Indonesia sebelum kemudian tersandung kasus penarikan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Health Sciences Authority (HSA) Singapura menjelaskan uji klinis akan melihat apakah obat Lianhua Qingwen memang bermanfaat untuk pasien COVID-19. Caranya dengan membandingkan berapa lama waktu pasien yang mendapat obat dapat sembuh dan hasil tesnya negatif.

"Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana kapsul Lian Hua Qing Wen Jiao Nang, ketika diberikan selain perawatan medis standar saat ini, dapat memberi manfaat tambahan dalam waktu pemulihan pasien dewasa COVID-19 ringan yang sudah divaksinasi maupun pasien di rumah," kata HSA seperti dikutip dari CNA, Rabu (20/4/2022).

Uji klinis disebut akan membuktikan apakah obat Lianhua Qingwen dapat meringankan gejala demam, sakit tenggorokan, nyeri, dan lainnya.

Di Indonesia, obat Lianhua Qingwen sendiri memang diizinkan beredar sebagai obat alternatif untuk menekan gejala COVID-19. Hanya saja BPOM sempat menarik peredaran obat Lianhua Qingwen dari jenis berbeda, yaitu yang diberikan sebagai donasi, karena komposisinya yang berbeda.

Obat Lianhua Qingwen dari donasi yang masuk secara ilegal dilaporkan mengandung bahan ephedera yang kontroversial.

"Implikasinya adalah postmarket menunjukan bahwa penggunaan tidak memenuhi ketentuan. Artinya diedarkan secara online, demand meningkat namun menunjukan bahwa ada risiko yang harus dikendalikan," terang Kepala BPOM Penny K Lukito kala itu.



Simak Video "Obat Covid-19 untuk Pasien Isolasi Mandiri Masih Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT