Anak Cristiano Ronaldo Meninggal, Kenali Kehamilan yang Berisiko

ADVERTISEMENT

Anak Cristiano Ronaldo Meninggal, Kenali Kehamilan yang Berisiko

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 20 Apr 2022 12:30 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - DECEMBER 30: Cristiano Ronaldo of Manchester United looks on during the Premier League match between Manchester United and Burnley at Old Trafford on December 30, 2021 in Manchester, England. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Foto: (Getty Images/Dan Mullan)
Jakarta -

Anak Cristiano Ronaldo meninggal dunia usai dikeluarkan dari rahim. Kabar tersebut dibagikan oleh penyerang Portugal yang kini bermain untuk Manchester United tersebut langsung melalui media sosialnya.

"Dengan kesedihan mendalam kami mengumumkan bahwa bayi laki-laki kami telah meninggal dunia. Ini adalah rasa pedih yang terbesar buat orang tua manapun," ungkap pernyataan Ronaldo, Senin, (18/4/2022).

Diketahui, kekasih Cristiano Ronaldo, Georgina Rodriguez hamil anak kembar. Mereka berdua pun sangat bahagia lantaran menantikan kelahiran kedua anaknya. Sayang, hanya anak perempuannya yang selamat usai dikeluarkan dari rahim.

Berkaca dari situasi yang dialami Cristiano Ronaldo, apa saja sih kehamilan yang berisiko?

Dikutip dari Mayoclinic, kehamilan terkadang bisa berisiko tinggi, termasuk ibu yang mengandung dua janin sekaligus. Kondisi ini umumnya bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin.

Selain hamil anak kembar, terdapat sejumlah masalah kehamilan lainnya yang bisa terjadi dan meningkatkan risiko kehamilan. Adapun masalahnya sebagai berikut.

1. Hamil di usia lanjut

Risiko kehamilan lebih tinggi pada ibu yang berusia lebih dari 35 tahun.

2. Pilihan gaya hidup

Merokok, minum alkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang dapat membahayakan kehamilan.

3. Masalah kesehatan ibu

Tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, epilepsi, penyakit tiroid, gangguan jantung atau darah, asma yang tidak terkontrol, dan infeksi dapat meningkatkan risiko kehamilan.

4. Komplikasi kehamilan

Berbagai komplikasi yang berkembang selama kehamilan dapat menimbulkan risiko, seperti posisi plasenta yang tidak biasa, pertumbuhan janin kurang dari persentil ke-10 untuk usia kehamilan (pembatasan pertumbuhan janin), dan sensitisasi rhesus (Rh) atau kondisi yang berpotensi serius ketika golongan darah Rh negatif dan golongan darah bayi adalah Rh positif.

5. Kehamilan ganda (hamil kembar)

Risiko kehamilan lebih tinggi pada wanita yang mengandung lebih dari satu janin

6. Riwayat kehamilan

Riwayat gangguan hipertensi terkait kehamilan, seperti preeklamsia, meningkatkan risiko diagnosis ini selama kehamilan berikutnya. Apabila seorang wanita sebelumnya pernah melahirkan prematur, kehamilan berikutnya juga bisa berpotensi terjadi hal yang sama.

Sampai saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut terkait penyebab kematian anak Cristiano Ronaldo. Namun, kabarnya si kecil tidak berhasil bertahan hidup pada saat para dokter mengeluarkannya dari rahim ibunya.



Simak Video "Penyakit Mental yang Dialami Aaron Carter: Skizofrenia-Kecemasan Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT