Kamis, 21 Apr 2022 03:02 WIB

Round Up

Nyaris 100 Persen Warga Sudah Punya Antibodi, Kenapa Kasus COVID Tetap Ada?

Firdaus Anwar - detikHealth
Warga beraktivitas di kawasan Melawai, Jakarta, Senin (7/3/2022). Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan PPKM di wilayah aglomerasi Jabodetabek berstatus level 2 karena turunnya kasus konfirmasi harian di wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp. Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Makin banyak warga RI yang memiliki antibodi COVID-19, nyaris 100 persen untuk penduduk Jawa-Bali. Hal ini diketahui setelah para peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan serosurvei pada 2.100 responden di 21 kabupaten/kota.

Hasilnya ditemukan hingga bulan Maret 2022 ada sekitar 99 persen penduduk yang terdeteksi memiliki antibodi COVID-19. Antibodi ini muncul berkat vaksinasi dan atau infeksi alami.

"Disebabkan oleh vaksinasi, infeksi, atau keduanya. Jadi cukup menjadi besar proporsinya yang sudah memiliki antibodi di Maret 2022 ini," kata epidemiolog FKM UI Muhammad N Farid dalam konferensi pers daring Kementerian Kesehatan, Rabu (20/4/2022).

Bila dilihat lebih rinci sesuai kelompok usia, warga 12-18 tahun jadi kelompok dengan tingkat antibodi paling tinggi mencapai 100 persen. Berikut detailnya:

  • 1-11 tahun: 98,3 persen
  • 12-18 tahun: 100 persen
  • 19-29 tahun: 99,7 persen
  • 30-59 tahun: 99,5 persen
  • 60 tahun ke atas: 97,6 persen

Meski hal ini menjadi kabar baik, Farid mengaku risiko peningkatan kasus COVID-19 tetap masih ada. Hal ini berkaca pada apa yang terjadi di sekitar Februari hingga Maret 2022, khususnya di DKI Jakarta. Provinsi tersebut kembali melaporkan lonjakan kasus saat banyak warga memiliki antibodi COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "90 Persen Warga RI Punya Antibodi, Upaya Pencegahan Tetap Diterapkan"
[Gambas:Video 20detik]