Rabu, 20 Apr 2022 18:15 WIB

Wanti-wanti Peneliti UI, Ada Potensi Lonjakan saat Banyak Warga 'Kebal' COVID

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Suasana pelayanan tes antigen yang sepi di kawasan Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis (31/3). Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Salah satu peneliti sero survei COVID-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Muhammad N Farid menanggapi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus di tengah banyak warga 'kebal' COVID-19.

Farid tak bisa memungkiri kasus COVID-19 bisa saja kembali meningkat. Hal ini berkaca pada apa yang terjadi di sekitar Februari hingga Maret 2022, khususnya DKI Jakarta. Provinsi tersebut kembali melaporkan lonjakan kasus saat banyak warga memiliki antibodi COVID-19.

"Intinya adalah peningkatan antibodi tidak serta merta menurunkan terjadinya infeksi. Infeksi pasti masih akan terjadi, di DKI pada bulan Maret lalu misalnya (terjadi peningkatan). Meskipun Desember antibodinya meningkat, tetapi kasusnya akhirnya juga meningkat juga," ungkap Farid dalam konferensi pers Kemenkes RI, Rabu (20/4/2022).

Farid menekankan belum ada penelitian terkait berapa banyak antibodi yang bisa mencegah terjadinya infeksi COVID-19.

"Dari bukti empiris baik yang memiliki kadar antibodi tinggi atuapun rendah tetap terjadi infeksi kembali," sambung dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "90 Persen Warga RI Punya Antibodi, Upaya Pencegahan Tetap Diterapkan"
[Gambas:Video 20detik]