99 Persen Warga RI Punya Antibodi Corona, Akhir Pandemi di Depan Mata?

ADVERTISEMENT

99 Persen Warga RI Punya Antibodi Corona, Akhir Pandemi di Depan Mata?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 21 Apr 2022 15:53 WIB
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Hasil sero survei kerjasama Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) di 21 kabupaten/kota Jawa Bali menyebut 99,6 persen penduduk RI sudah memiliki antibodi terhadap COVID-19 pada Maret 2022. Lantas, apakah angka ini menandakan pandemi COVID-19 di Indonesia tengah menuju endemi?

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono sekaligus peneliti sero survey tersebut menegaskan temuan persentase antibodi pada masyarakat Indonesia tak menjamin status pandemi COVID-19 beralih menjadi endemi.

Pasalnya Pandu menegaskan, dunia kini masih menghadapi ketidakpastian evolusi virus. Mutasi virus Corona masih tidak bisa dihentikan meskipun varian yang mendominasi sekarang yakni varian Omicron tak tergolong Variant of Concern (VoC).

"Kita tidak akan men-declare apakah ini masuk endemi atau tidak karena yang paling penting adalah kita harus mempertahankan supaya kasus kita bisa tekan, yang masuk rumah sakit kita bisa tekan, yang meninggal juga kita bisa tekan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/4/2022).

"Banyak negara sudah meninggalkan strategi zero COVID karena memang tidak mungkin mencegah penularan sampai serendah-rendahnya," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Pandu menegaskan temuan antibodi pada 99,6 persen penduduk Indonesia tak membuat masyarakat bebas dari penerapan protokol kesehatan. Pasalnya melihat sejumlah negara lain, lonjakan kasus COVID-19 terjadi kembali meski tren kasus sudah sempat menurun, tak lain disebabkan pelonggaran protokol kesehatan seperti penggunaan masker.

"Adanya imunitas ini bukan berarti kita bisa meninggalkan, melepas masker. Pengalaman di banyak negara kemudian melepas masker, terjadilah peningkatan lagi. Menurut saya karena masih banyak penduduk yang belum imun. Di beberapa negara di China dan sebagainya, ternyata vaksinasi lansianya tidak sebaik vaksinasi di Indonesia karena kita konsisten terus mengejar cakupan pada kelompok lansia," bebernya.

"Jadi vaksinasi nggak boleh berhenti, bahkan harus terus dipercepat karena kondisinya sudah terbukti bahwa imunitas penduduk itu modal dasar kita," pungkas Pandu.



Simak Video "99 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Punya Antibodi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT