Jumat, 22 Apr 2022 08:33 WIB

WHO Rekomendasikan Obat Paxlovid dari Pfizer, Efektif Cegah Keparahan Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File) Foto ilustrasi: AP/Virginia Mayo
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi terbaru untuk terapi pengobatan COVID-19. WHO dalam pernyataannya mendorong penggunaan obat Paxlovid dari Pfizer karena efektif cegah keparahan.

"Obat antivirus oral Pfizer (kombinasi tablet nirmatrelvir dan ritonavir) sangat direkomendasikan untuk pasien COVID-19 ringan yang berisiko tinggi mengalami keparahan dan harus dirawat, seperti misalnya orang yang belum divaksinasi, lansia, atau pasien dengan gangguan imun," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Jumat (22/4/2022).

"Rekomendasi ini berdasarkan data baru dari dua uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 3.078 pasien. Data menunjukkan bahwa risiko rawat inap berkurang hingga 85% setelah perawatan ini," lanjut WHO.

Obat Paxlovid direkomendasikan untuk pasien berusia 18 tahun ke atas, namun tidak untuk ibu hamil dan menyusui. Obat juga tidak direkomendasikan untuk pasien COVID-19 ringan yang tidak memiliki faktor risiko.

Paxlovid sendiri memiliki dua kandungan obat yakni nirmatrelvir dan ritonavir. Bila ditelusuri lebih jauh, obat ritonavir yang terkandung dalam Paxlovid umumnya digunakan dalam terapi infeksi HIV.

WHO hanya mengungkapkan kekhawatiran obat Paxlovid ini akan diborong oleh negara kaya saja. Dampaknya akan sama seperti awal kemunculan vaksin COVID-19, akan terjadi kesenjangan suplai untuk negara berpenghasilan menengah ke bawah.



Simak Video "RI Borong Obat Covid-19 Pfizer 'Paxlovid': Bakal Tersedia di Apotek"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)