Apa Itu Overthinking? Ini Pengertian, Tanda-tanda, dan Cara Mengatasinya

ADVERTISEMENT

Apa Itu Overthinking? Ini Pengertian, Tanda-tanda, dan Cara Mengatasinya

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Jumat, 22 Apr 2022 22:30 WIB
depressed Asian woman in deep many thoughts, having problem with over thinking
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

Apa itu overthinking? Kondisi yang kerap dialami oleh sejumlah orang. Biasanya kondisi ini ditujukkan bagi mereka yang terlalu banyak berpikir.

Saat kesulitan mengatasi overthinking, pengidap mungkin akan merasa "terjebak" atau tidak dapat mengambil tindakan sama sekali. Akan menjadi hal yang sulit untuk mengeluarkan banyak pikiran dari isi kepala atau berkonsentrasi pada hal lain.

Bahkan, kondisi ini juga bisa memperburuk keadaan atau situasi yang dialami oleh pengidap. Untuk itu, kenali apa itu overthinking dan cara mengatasinya.

Apa Itu Overthinking?

Dikutip dari GoodRx Health, Jumat (22/4/2022), overthinking tidak sama dengan stres atau khawatir tentang keadaan tertentu. Pasalnya, overthinking adalah cara otak untuk mencoba mengendalikan situasi dan merasa lebih percaya diri tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ketika seseorang terlalu banyak berpikir, otak akan beralih ke "mode analisis". Juga, mulai memikirkan skenario yang mungkin terjadi dan upaya untuk memprediksi apa yang akan terjadi untuk mengurangi kecemasan.

Tetapi, overthinking seringkali dapat mencegah seseorang untuk mengambil tindakan karena otak tidak dapat dengan mudah keluar dari mode analisis.

Apakah Overthinking Merupakan Gangguan Mental?

Overthinking bukanlah gangguan mental yang dapat dikenali dengan sendirinya. Namun, penelitian telah menemukan bahwa overthinking sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental lainnya, termasuk:

- Depresi
- Gangguan kecemasan
- Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
- Gangguan stres pasca trauma (PTSD)

Berdasarkan sebuah studi, ada hubungan dua arah antara overthinking dan masalah kesehatan mental lainnya. Misalnya, seperti tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang tinggi dapat memicu overthinking.

Bagaimana Cara Mengatasi Overthinking?

Setelah mengetahui apa itu overthinking, ketahui juga bagaimana cara mengatasinya. Overthinking tidak akan segera berhenti dengan sendirinya, tetapi dapat memutus siklus overthinking itu sendiri. Berikut ini adalah tiga tips untuk mengatasi overthinking:

1) Melacak pemicu dan pola terjadinya overthinking

Sedikit perhatian atau atensi dapat membantu mengatasi overthinking. Buat jurnal dan tuliskan momen-momen tertentu yang membuat terlalu banyak berpikir atau khawatir. Setelah beberapa saat, otak akan mulai memperhatikan pola dan mengenali pemicu overthinking sebelum hal itu terjadi. Hal ini akan membantu untuk mengembangkan strategi yang dapat mengatasi situasi menyebabkan terlalu banyak berpikir.

2) Menggerakkan anggota tubuh

Banyak penelitian menunjukkan olahraga dapat mengurangi tingkat depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya. Olahraga juga dapat membantu mengatasi overthinking kronis. Bahkan, berjalan kaki selama 5 menit dapat mengirim masuknya hormon yang baik, seperti endorfin, ke dalam otak.

3) Mencari bantuan dari seorang profesional

Jika overthinking yang dialami tidak dapat dikendalikan, mungkin ada baiknya untuk menemui profesional kesehatan mental atau berbicara dengan dokter terkait hal tersebut.

Pasalnya, apabila dibiarkan begitu saja, stres yang berkaitan dengan overthinking dapat menyebabkan gejala kesehatan fisik seperti:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Masalah pencernaan seperti mual atau diare
  • Sulit tidur

Jika kesulitan mengatasi overthinking, keberadaan terapis atau konselor dapat membantu seseorang untuk mempelajari strategi coping agar mampu mengolah pikiran yang jernih. Mereka juga dapat membantu mengidentifikasi dan mengobati penyebab yang mendasari overthinking, seperti kecemasan atau depresi.



Simak Video "Mindful Demography, Cara Unik Kurangi Overthinking"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT