Studi Singapura Bandingkan Kemanjuran Vaksin Sinovac Vs Pfizer, Begini Hasilnya

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Studi Singapura Bandingkan Kemanjuran Vaksin Sinovac Vs Pfizer, Begini Hasilnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Sabtu, 23 Apr 2022 08:21 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Sinovac (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Foto ilustrasi: AFP/NICOLAS ASFOURI
Jakarta -

Dalam sepekan terakhir ramai kabar soal studi di Singapura yang membandingkan efektivitas vaksin COVID-19 Sinovac versus vaksin berbasis mRNA seperti milik Pfizer. Penelitian melihat kemanjuran vaksin mencegah infeksi COVID-19 pada populasi.

Seperti diketahui vaksin Sinovac menggunakan platform inactivated virus, memanfaatkan virus COVID-19 utuh yang sudah dimatikan. Sementara vaksin Pfizer memanfaatkan RNA (mRNA) untuk menginstruksikan sel tubuh sendiri yang membuat protein virus.

Penelitian mencakup periode tujuh minggu dari 1 Oktober 2021 hingga 21 November 2021. Hasilnya ditemukan ternyata penerima vaksin Sinovac bisa 2,37 kali lebih mungkin terinfeksi COVID-19 bila dibandingkan penerima vaksin Pfizer.

Vaksin Sinovac disebut 60 persen efektif mencegah kasus penyakit parah, sementara vaksin Pfizer 90 persen mencegah kasus penyakit parah.

Tanggapan Ahli

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, menanggapi studi di Singapura tersebut tak serta merta bisa diterapkan atau mencerminkan kondisi di Indonesia.

"Studi Singapura tersebut tidak memperhitungkan faktor-faktor confounders dan infeksi alamiah yang potensial terjadi. Tidak relevan atau disimpulkan untuk negara lain yg banyak menggunakan Sinovac. Tidak perlu dirisaukan," beber Pandu dalam akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

Pandu menyebut bukti manfaat dari mayoritas masyarakat yang divaksinasi lengkap dengan vaksin Sinovac terlihat saat Indonesia menghadapi kasus Omicron. Tren kasus kematian COVID-19 di gelombang Omicron jauh lebih rendah dibandingkan Delta.

"Berkat cakupan vaksinasi yg terus diikhtiarkan menjangkau semua penduduk, berdampak pada tren penurunan kasus, diikuti hospitalisasi dan kematian yg sangat rendah," tambahnya.

Simak juga 'Hasil Studi Sinovac: Efektif Lawan Covid-19 saat Gelombang Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT