Sabtu, 23 Apr 2022 10:04 WIB

Kapan Indonesia Pakai Vaksin Malaria Rekomendasi WHO? Ini Tanggapan Kemenkes

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Malaria - parasitic disease vaccine under research. Foto: Getty Images/iStockphoto/Hailshadow
Jakarta -

Pada tahun 2021 World Health Organization (WHO) meresmikan vaksin RTS,S atau Mosquirix untuk mengatasi malaria. Dikutip dari website resmi WHO, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan penemuan itu sebagai momen yang bersejarah.

"Ini adalah momen bersejarah. Vaksin malaria untuk anak-anak yang telah lama ditunggu-tunggu merupakan terobosan bagi ilmu pengetahuan, kesehatan anak, dan pengendalian malaria," jelasnya.

Vaksin ini disarankan WHO diberikan empat dosis pada anak-anak dari usia lima bulan. Parasit malaria terbukti mampu dihentikan oleh vaksin Mosquirix.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI (PPTM), Tiara Pakasi, mengatakan Kemenkes RI memang belum mencantumkan vaksin Mosquirix sebagai salah satu program imunisasi. Namun, ke depan ia berpendapat tetap ada peluang untuk berkembang.

"Jadi Memang vaksin malaria itu saya baca pertama itu di BBC ya beberapa tahun lalu, tapi seperti yang tadi ada di slide saya memang, untuk kebijakan malaria artinya yang sudah jadi program itu memang belum dengan vaksin ini. Tapi tentunya kita terbuka ya kalo misalnya nanti ada piloting atau rekomendasi dari ahli, selanjutnya tentunya berkembang," ungkapnya pada sesi tanya-jawab Hari Malaria Sedunia yang digelar virtual, Jumat (22/04/2022).

WHO sendiri merekomendasikan menggunakan vaksin ini untuk mencegah malaria. Program yang diluncurkan sejak 2019 ini telah menjangkau lebih dari 800 ribu anak di Ghana, Kenya, serta Malawi.



Simak Video "4 Fokus WHO dalam Merespons Kasus Cacar Monyet yang Terus Bertambah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)