ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Apr 2022 21:00 WIB

Lagi-lagi Viral Video Lockdown Ketat Shanghai, Kali Ini soal Apa?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Residents stand on a street waiting for nucleic acid test during lockdown amid the coronavirus disease (COVID-19) pandemic, in Shanghai, China, April 17, 2022. REUTERS/Aly Song Corona di Shanghai, China. (Foto: REUTERS/ALY SONG)
Jakarta -

Sebuah video yang menampilkan dampak lockdown COVID-19 di Shanghai, China, viral di media sosial. Namun, baru-baru ini pihak sensor internet China menghapusnya dan memicu reaksi banyak netizen.

Diketahui, sekitar 25 juta warga di Shanghai telah dikurung di rumahnya sejak awal April akibat pandemi COVID-19. Selama lockdown, kota ini berjuang untuk menyediakan makanan dan kebutuhan pokok.

Namun, banyak warga yang melaporkan mendapat kesulitan untuk mengakses perawatan medis saat ribuan staf kesehatan dikerahkan untuk melakukan tes COVID-19 massal dan perawatan Covid.

Dikutip dari France24, berbagai masalah tersebut dicatat dalam video berdurasi enam menit berjudul 'Voice of April'. Video ini diunggah secara luas di Weibo dan WeChat, platform media sosial utama di China.

Di awal video menampilkan pemandangan dari udara dari kota berwarna hitam-putih. Video dibuka dengan klip audio dari briefing media pada Maret lalu, saat pada pejabat mengatakan Shanghai tidak akan melakukan lockdown di seluruh kota.

Tetapi, keputusan itu dengan cepat dibatalkan pada bulan April akibat varian Omicron yang sangat menular menyebabkan lonjakan kasus infeksi di sana.

"Kami telah pergi ke rumah sakit dua kali, tetapi tidak ada yang merawat kami," kata seorang pria yang ayahnya sakit dalam video tersebut.Di dalam video, kamera terlihat bergerak melintasi jalan-jalan kosong di Shanghai. Video itu menampilkan situasi mengerikan saat penduduk setempat digiring ke rumah mereka tanpa persiapan apapun.

Warga lainnya yang merupakan seorang wanita juga mengeluh karena tidak diizinkan kembali ke rumah setelah dirinya selesai melakukan kemoterapi di rumah sakit.

Ada juga klip audio warga yang berteriak 'terima kasih, Big Whites'. Itu merupakan julukan untuk petugas kesehatan yang mengenakan APD putih yang dikerahkan di penjuru wilayah.

Dihapus Sensor Internet China

Namun, pihak sensor internet China terus berusaha untuk menghapus video tersebut dari Weibo maupun WeChat. Itu sangat sulit karena video tersebut terus dibagikan netizen melalui platform yang berbeda-beda.

Netizen pun mulai mengungkapkan reaksi mereka saat video tersebut dihapus. Menurut mereka, video itu hanya menampilkan fakta yang memang terjadi di Shanghai.

"Video itu hanya menyajikan fakta mentah. Tidak ada yang provokatif!" komentar salah satu netizen di Weibo.

"Isinya bukan hal baru... Tapi fakta melihat itu bahkan disensor, itu menggangguku," tulis yang lain.

Sementara itu, video 'Voice of April' tidak dapat diakses di platform media sosial utama mana pun di China pada Sabtu sore. Tetapi, itu masih dapat dilihat di Youtube.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT