Jumat, 22 Apr 2022 14:32 WIB

Lockdown Ketat, Warga Shanghai Ngamuk Dapat Paket Makanan Kedaluwarsa-Berjamur

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Lockdown di salah satu kota terbesar China, Shanghai, masih berlangsung. Lebih dari 10 ribu petugas kesehatan pun dikirimkan ke sana untuk bantu atasi COVID-19. Corona di Shanghai, China. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Lockdown belum usai, warga Shanghai, China, kembali dibuat geram dengan paket makanan yang didapatkan dari pemerintah lantaran kedaluwarsa hingga berjamur. Kondisi ini membuat banyak warga mengeluh hingga jatuh sakit.

Melihat keluhan tersebut, pejabat Shanghai memerintahkan warganya di beberapa daerah untuk membuang makanan yang didapatkan dari pemerintah.

Ada dua distrik di wilayah timur Shanghai yang mendapat peringatan tersebut. Keduanya mengeluhkan masalah tentang makanan, seperti bebek rebus dan bakso yang berjamur dari pemerintah.

Selain kualitasnya, mereka juga mengeluhkan kemasan makanan yang didapatkan dari pemerintah banyak bermasalah. Kondisi ini tentu membuat warga semakin frustasi menghadapi lockdown.

Beberapa warga juga meluapkan keluhannya di media sosial. Mereka mengeluhkan sakit perut dan diare setelah mengkonsumsi makanan yang mereka terima pada Rabu (20/4/2022) lalu.

Di WeChat, sejak Rabu (20/4) juga beredar postingan tentang bebek berbumbu berjamur yang sudah kedaluwarsa, minyak goreng, dan bakso buatan produsen yang tidak dikenal.

Keluhan warga soal makanan yang bermasalah ini menjadi topik teratas di Internet China. Melihat ini, netizen China meminta agar segera dilakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Penyelidikan Dimulai

Otoritas di Distrik Pudong, wilayah di timur Shanghai, yang meliputi distrik keuangan dan kawasan industrinya telah membuka penyelidikan. Mereka tengah menyelidiki masalah paket makanan yang didistribusikan pemerintah itu.

Sebelumnya, di distrik barat daya Minhang, dua pejabat pemerintah setempat dipecat akibat temuan daging babi berkualitas rendah yang didistribusikan ke warga. Selain itu, pengecer yang bertanggung jawab untuk menyediakan makanan ke wilayah barat berupa bihun kualitas rendah juga telah mengeluarkan surat permintaan maaf.

"Regulator pasar akan menyelidiki dan menghukum pelanggaran semacam ini dengan ketat dan cepat," kata Tao Ailian, seorang pejabat di regulator pasar Shanghai, yang dikutip dari Straits Times, Jumat (22/4/2022).

Pihak regulator telah mengeluarkan panduan untuk pengadaan dan pendistribusian paket pangan segar. Mereka juga akan mewajibkan penyelenggara dan produsen untuk memastikan keamanan dan kualitas pangan yang akan diberikan pada warga selama lockdown.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)