Jumat, 22 Apr 2022 10:34 WIB

Banyak Warga 'Kebal' COVID-19, Kemenkes Bakal Ikuti Usulan PPKM Dicabut?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Muncul usulan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebaiknya sudah dicabut. Hal ini diutarakan epidemiolog Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), mengacu pada tren kasus COVID-19 yang kian menurun di tengah banyak warga sudah 'kebal' COVID-19.

Analisis tim FKM UI per Maret 2022 menunjukkan 99,2 persen warga Jawa Bali sudah memiliki antibodi terhadap COVID-19 berdasarkan lebih dari 2 ribu sampel di kota dan kabupaten asal hingga tujuan mudik Lebaran. Kementerian Kesehatan RI menerima usulan tersebut, tetapi belum bisa memastikan apakah pemerintah bakal menentukan langkah serupa.

"Kami secara rutin bersama para ahli ini bertemu dan berdialog langsung dengan Menteri Kesehatan," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers baru-baru ini.

"Dan masukan dari Pak Pandu akan menjadi salah satu yang kita konsiderasi dan akan kita bahas lebih lanjut bagaimana kemudian peranan kebijakan PPKM ini ke depannya," lanjutnya.

dr Nadia menekankan pemerintah akan terus berproses membahas kemungkinan apakah PPKM bakal segera dicabut. Dihubungi terpisah, pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia tak setuju dengan usulan tersebut.

Menurutnya, tak ada dasar kuat jika PPKM dicabut meski angka kesakitan hingga kematian COVID-19 di Tanah Air sudah jauh lebih rendah. Selama COVID-19 masih berstatus pandemi, Indonesia butuh 'payung' strategi seperti PPKM.

"Kalau dicabut dasarnya apa? Kecuali (status) pandemi dicabut, ini juga yang berlaku di banyak negara," tutur dia, Jumat (22/4/2022).

"Ini kan fase-nya deselerasi kalau bentuk PPKM-nya satu intervensi yang punya regulasi, tidak masalah leveling-nya yang diturunkan. Ini yang ingin saya ingatkan dan tegaskan PPKM itu masih penting," sambung dia.

Testing dan tracing COVID-19 dinilai Dicky kini menurun, dan surveilans genomik masih terbatas. Itulah yang membuatnya yakin PPKM tak seharusnya diakhiri.



Simak Video "PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)