Senin, 25 Apr 2022 06:50 WIB

Reinfeksi Tercepat, Kena Delta dan Omicron Cuma Berselang 20 Hari

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Covid-19 Delta and Omicron. Yellow and green speech bubble on a gray background. Foto: Getty Images/iStockphoto/tumsasedgars
Jakarta -

Reinfeksi COVID-19 bukan hal yang asing, tetapi umumnya butuh waktu karena adanya antibodi yang terbentuk. Baru-baru ini para ilmuwan dikejutkan dengan reinfeksi yang terjadi hanya berselang 20 hari.

Dalam kasus tersebut, jarak antara satu infeksi dengan yang lainnya diyakini sebagai yang tercepat sejauh ini. Dialami wanita 31 tahun yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, kasus ini dilaporkan di European Congress of Clinical Microbiology & Infectious Diseases (ECCMID).

Wanita tersebut pertama kali didiagnosis positif pada 20 Desember 2021 melalui tes PCR (polymerase chain reaction) dalam rangka penapisan di tempat kerja. Disebutkan, ia sudah mendapatkan vaksinasi penuh dan sudah booster 12 hari sebelumnya.

Karena tidak mengalami gejala, wanita ini hanya menjalani isolasi selama 10 hari sebelum kembali bekerja. Pada 10 Januari 2022, hanya berselang 20 hari dari pertama kali kedapatan positif, ia mengalami batuk dan demam.

Tes PCR menunjukkan, wanita ini kembali positif COVID-19. Hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) mengungkap, ia terinfeksi dua varian COVID-19 yang berbeda. Infeksi pertama adalah varian Delta, dan yang kedua Omicron.

Varian Omicron merupakan salah satu varian yang ditetapkan sebagai Variant of Concern (VOC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebulan sebelum wanita ini terinfeksi.

"Kasus ini menunjukkan potensi varian omicron lolos dari kekebalan sebelumnya yang terbentuk dari infeksi alami varian lain, maupun dari vaksinasi," kata Dr Gemma Recio dari Institut Catala de Salut di Spanyol, yang meneliti kasus tersebut, dikutip dari MedicalExpress.



Simak Video "Penyebab Omicron Lebih Berpotensi Picu Reinfeksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)