ADVERTISEMENT

Senin, 25 Apr 2022 18:32 WIB

Vaksin HPV untuk Apa Sih? Ini Kegunaan dan Syarat Penerimanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Vaksin HPV Vaksin HPV digunakan untuk mencegah infeksi virus HPV pemicu kanker serviks. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul)
Jakarta -

Vaksin HPV untuk apa sih? Baru-baru ini, pemerintah resmi menambahkan tiga jenis vaksin ke dalam program imunisasi rutin lengkap, yaitu PCV, HPV, dan rotavirus. Adapun penambahan jenis vaksin tersebut berguna untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak di Indonesia.

Terkait penambahan vaksin tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengamati bahwa ada dua problem besar di Indonesia terkait kematian ibu dan anak. Kematian ibu di Indonesia banyak diakibatkan oleh kanker, yakni kanker serviks dan payudara.

Sedangkan kematian anak paling banyak diakibatkan oleh infeksi dan yang paling tinggi adalah diare dan pneumonia.

"Kita cek ada vaksinnya untuk ibu itu vaksin kanker serviks, (vaksin) yang untuk kanker payudara belum ada. Selanjutnya untuk mencegah pneumonia pada anak dengan menggunakan vaksin PCV dan diare ada vaksin rotavirus," katanya pada konferensi pers Pekan Imunisasi Dunia di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (22/4).

Berbicara tentang penambahan vaksin di Indonesia, lantas vaksin HPV untuk apa? Simak informasi berikut.

Vaksin HPV untuk Apa?

Vaksin HPV bakal menjadi vaksin wajib di Indonesia sebagai upaya pencegahan kanker serviks sejak dini. Pasalnya, prevalensi kanker serviks di Indonesia terbilang masih cukup tinggi, bahkan menjadi jenis kanker terbanyak kedua yang diidap para wanita setelah kanker payudara.

"Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer, serviks ada vaksinnya," beber Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa, Minggu (18/4/2022).

Vaksin HPV untuk Apa? Ini Efek Sampingnya

Dikutip dari laman CDC, sama seperti vaksin lainnya, vaksin HPV memiliki sejumlah efek samping namun cenderung ringan, seperti:

  • Nyeri atau bengkak di lengan tempat suntikan
  • Demam
  • Pusing
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Vaksin HPV untuk Apa? Begini Skema Pembiayaannya

Terkait pembiayaan, Menkes memastikan bakal gratis untuk kelompok usia tertentu. Lebih detail, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan target vaksinasi adalah siswi kelas 5 SD untuk dosis pertama dan 6 SD untuk dosis kedua.

"Untuk vaksin HPV yang kita berikan lewat program imunisasi nasional, maka sifatnya gratis karena menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Prima saat dihubungi detikcom.

Vaksin HPV untuk Apa? Begini Syaratnya

Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) dr Grace Valentine, SpOG menjelaskan vaksin HPV bisa diberikan pada perempuan muda berusia 10 tahun hingga dewasa berusia 45 tahun.

Selain itu, dr Grace menyebut, vaksin HPV paling baik diberikan pada anak perempuan yang belum aktif secara seksual karena HPV menular lewat aktivitas seksual.

"Yang paling baik, timing paling baik adalah anak perempuan, atau anak tersebut belum aktif seksual karena sebagian besar penularannya (HPV) dari hubungan seksual," ujarnya dalam diskusi daring bertajuk 'Women's Talk Stronger Together Against Cancer', Kamis (21/4/2022).

menurut dr Grace, terdapat perbedaan dosis vaksin HPV pada rentang usia 10-13 tahun dengan 13 tahun ke atas. Pada anak berusia 10-13 tahun, vaksin HPV hanya diberikan dua dosis atau dua kali yakni pada bulan nol dan bulan keenam. Sedangkan pada perempuan berusia 13 tahun ke atas, vaksin HPV diberikan tiga dosis atau tiga kali pada bulan nol, bulan kesatu atau kedua, kemudian bulan keenam.

"Biasanya vaksin kanker serviks ini bisa diberikan pada anak perempuan sampai dengan wanita, pada usia 10 sampai dengan 45 tahun. Dibutuhkan dosisnya apabila pada usia remaja muda usia 10-13 tahun itu hanya membutuhkan dua dosis saja. Jadi di bulan 0 dan bulan keenam," terang dr Grace.

"Namun apabila sudah usia 13 tahun ke atas, disarankan pemberiannya tiga dosis jadi bulan 0, bulan kesatu atau kedua, dan bulan keenam. Tiga kali suntik," sambungnya.

Vaksin HPV Untuk Apa? Ini Target Wilayah Penyuntikannya

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, menyatakan untuk vaksin HPV akan dilaksanakan terlebih dulu pada 8 provinsi prioritas.

"Untuk 8 provinsi yang akan diprioritaskan terdiri dari 3 di Pulau Jawa, 1 Bali, dan 4 Sulawesi," terangnya dalam konferensi pers Pekan Imunisasi Dasar 2022 di Kementerian Kesehatan, Jumat (22/04/2022).

Menurutnya, pihak Kemenkes akan memprioritaskan dulu daerah-daerah dengan kasus yang tinggi.

"Karena kita kan introduksi gak satu kali jadi kita baru mulai untuk 8 provinsi yang angka kasusnya tinggi," sambungnya.



Simak Video "Simak! Penjelasan Kemenkes soal Program Vaksin Kanker Serviks Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT