Selasa, 26 Apr 2022 03:30 WIB

Kemenkes Ungkap Dua Jenis Vaksin COVID-19 Halal dari MUI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo meninjau pemberian vaksinasi COVID 19 di RPTRA Amir Hamzah, Jakarta, Rabu(29/9/21). Kegiatan bakti sosial dan mobil vaksin door to door untuk masyarakat umum dengan jenis vaksin sinovac, astrazeneca dan modena dengan penerapan protokol kesehatan untuk mempercepat target vaksinasi pemerintah guna menciptakan kekebalan kelompok. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memutuskan memperbolehkan Sinovac menjadi vaksin booster. Hal ini respon dari putusan Mahkamah Agung Nomor 31P/HUM/2022 untuk penyediaan vaksin halal dalam program vaksinasi nasional.

Vaksin Sinovac sudah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa halal ini diberikan MUI dalam kondisi darurat dengan kondisi vaksin dan obat COVID-19 masih terbatas.

"Untuk itu masyarakat yang merasa nyaman untuk menggunakan vaksin Sinovac, kami membuka peluang vaksin tersebut untuk bisa digunakan juga sebagai vaksin booster," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat konferensi pers, Senin (25/4/2022).

Sebagai informasi, MUI telah memberikan fatwa halal pada Sinovac tahun 2021 lalu yakni Nomor 2 Tahun 2021. Selain itu ada juga Sinopharm dengan fatwa MUI Nomor 9 Tahun 2022.

Nadia juga mengatakan vaksin yang digunakan di Indonesia juga telah digunakan di beberapa negara muslim lainnya seperti Uni Emirat Arab, Arah Saudi hingga Moroko. sudah ada enam regimen vaksin yang mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan POM. Dari Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Jannsen, dan Sinopharm.

"Tentunya agar masyarakat Indonesia segera vaksinasi agar supaya tingkat fatalitas dan kematian yang bisa kita tekan serendah mungkin dan dalam waktu secepat mungkin," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Bolehkan Vaksin Sinovac Jadi Pilihan Booster Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)