Selasa, 26 Apr 2022 14:00 WIB

Kemenkes Bolehkan Sinovac Jadi Booster Buntut Putusan MA, Sudah Izin BPOM?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksin Coronavac dan Sinovac, Sama atau Beda? Vaksin Sinovac jadi booster. (Foto: Pius Erlangga)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) memenangkan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) soal uji materi Pasal 2 Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Keputusan MA ini otomatis mewajibkan pemerintah menyediakan vaksin COVID-19 halal bagi umat muslim. Karenanya, Kementerian Kesehatan RI kini mengizinkan vaksin Sinovac menjadi booster masyarakat umum.

"Kami menghormati putusan MA No 31 P/HUM/2022 atas rekomendasi untuk melakukan penyediaan vaksin halal dalam program vaksinasi nasional," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, Senin (25/4/2022).

"Untuk itu masyarakat yang merasa nyaman menggunakan Sinovac, kami membuka peluang vaksin tersebut untuk bisa digunakan juga sebagai vaksinasi booster," sambung dia.

Sebelumnya, vaksin COVID-19 besutan China tersebut dibatasi penggunaannya untuk 18 tahun ke atas lantaran stok terbatas dan diprioritaskan bagi kelompok anak 6 tahun ke atas. Memang sudah ada persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)?

BPOM RI sebenarnya sudah mengizinkan vaksin Sinovac menjadi booster sejak pemerintah memulai program vaksinasi booster lansia dan masyarakat umum Januari lalu. Kombinasi awal yang dikeluarkan BPOM salah satunya pemberian vaksinasi booster homolog bagi pengguna Sinovac.

Artinya, mereka yang divaksinasi primer Sinovac bisa melanjutkan suntikan booster dengan Sinovac kembali. Selain vaksin Sinovac, berikut daftar kombinasi vaksin booster untuk pengguna vaksinasi primer Sinovac.

Dosis 1 dan 2 vaksin Sinovac

  • Booster: Sinovac full dosis
  • Booster: Zifivax full dosis
  • Booster: Pfizer setengah dosis
  • Booster: AstraZeneca setengah dosis
  • Booster: Moderna setengah dosis


Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)