ADVERTISEMENT

Selasa, 26 Apr 2022 20:45 WIB

Berhubungan Intim saat Menstruasi Apakah Bisa Hamil? Nggak Gitu Konsepnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Foto: iStock
Jakarta -

Berhubungan intim saat menstruasi apakah bisa hamil? Pertanyaan ini kerap dicari oleh sebagian pasangan yang mungkin pernah memikirkan strategi berhubungan intim saat menstruasi untuk mencegah kehamilan.

Pasalnya, berhubungan seks saat menstruasi pada sebagian besar wanita tidak memicu kehamilan, tetapi itu bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Jawabannya terletak pada pemahaman mengenai masa subur. Kehamilan tergantung pada ovulasi dan siklus haid. Masa subur wanita juga bisa berbeda antara satu dengan lainnya.

Berhubungan Intim saat Menstruasi Apakah Bisa Hamil? Begini Konsepnya

Dikutip dari American Pregnancy, siklus menstruasi atau haid normal wanita adalah sekitar 28-30 hari. Wanita yang memiliki siklus lebih pendek akan lebih mungkin hamil saat melakukan hubungan seks ketika menstruasi.

Jika siklus lebih pendek, misalnya 21-24 hari, berarti wanita akan mengalami ovulasi lebih awal. Sperma dapat hidup dan bertahan pada tuba fallopi sampai 5-6 hari.

"Menstruasi bisa berlangsung selama 3-7 hari, jadi kemungkinan terjadinya pertemuan antara sel telur dan sperma bisa terjadi. Jadi, pembuahan masih bisa terjadi saat itu," demikian dikutip situs tersebut.

Meski kemungkinannya kecil, namun jika berhubungan intim saat menstruasi tanpa menggunakan pengaman, seperti kondom dan IUD maka kehamilan masih mungkin terjadi.

Selain itu, menggunakan kondom dan alat pengaman lain saat berhubungan seksual ketika menstruasi juga menjadi pelindung dari penyakit menular seksual seperti HIV, sifilis, dan sebagainya.

Berhubungan Intim saat Menstruasi Apakah Bisa Hamil? Ini Bahayanya

Dr Andri Wanananda, MS dalam konsultasinya di detikHealth menuturkan hubungan seksual saat menstruasi sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya, saat menstruasu terjadi pelepasan lapisan dalam dinding rahim, proses ini disertai keluarnya 35 ml darah dan 35 ml cairan serosa.

Hal ini menunjukkan adanya pembuluh darah yang terbuka, sementara itu gerakan penis ketika penetrasi ke vagina bisa memicu masuknya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka tersebut.

Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah terjadinya emboli, yaitu gelembung udara yang masuk dan terbawa aliran darah. Bila gelembung ini menyumbat pembuluh darah sekitar jantung maka bisa berakibat fatal.

Oleh karena itu, jawaban terkait berhubungan intim saat menstruasi apakah bisa hamil? Kemungkinan masih bisa dan sangat berbahaya apabila dilakukan.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT