Selasa, 26 Apr 2022 21:06 WIB

Tumor Otak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Doctor and patient using digital tablet Ilustrasi pasien tengah berkonsultasi dengan dokter soal masalah di otak. (Foto: iStock)
Jakarta -

Tumor otak merupakan massa atau pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di otak. Ada dua jenis tumor otak, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Kecepatan pertumbuhan tumor otak sangat bervariasi. Sebab, hal itu bisa menentukan bagaimana tumor akan mempengaruhi fungsi sistem saraf orang yang mengidapnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, tingkat pertumbuhan dan lokasi tumor otak bisa menentukan bagaimana penyakit menyerang saraf seseorang.

Penyebab Tumor Otak

  • Tumor Otak Primer

Tumor otak primer terjadi saat sel-sel normal di otak mengalami perubahan atau mutasi dalam DNA mereka. DNA tersebut berisikan instruksi yang memberitahu sel tentang apa yang harus dilakukan.

Mutasi tersebut akan menginfokan sel-sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat, serta terus hidup saat sel-sel yang sehat mati. Kondisi inilah yang menyebabkan massa sel abnormal di otak dan membentuk tumor.

  • Tumor Otak Sekunder

Tumor otak sekunder ini adalah suatu kondisi ketika kanker dimulai bukan dari otak, tetapi dari tempat lain dan menyebar ke otak. Pada orang dewasa, kasus tumor sekunder ini lebih sering dilaporkan.

Penyebab tumor otak kerap tidak jelas. Namun, dokter melihat ada beberapa faktor risiko yang bisa menjadi penyebab tumor otak yakni:

  • Paparan Radiasi

Risiko tumor otak bisa terjadi pada orang yang terpapar jenis radiasi yang disebut radiasi pengion. Misalnya, radiasi pengion termasuk terapi radiasi, yang digunakan untuk mengobati kanker dan paparan radiasi yang disebabkan oleh bom atom.

  • Riwayat Tumor Otak dari Keluarga

Selain itu, risiko tumor otak bisa dipengaruhi oleh riwayat keluarga. Misalnya, orang tersebut berasal dari keluarga yang mengidap tumor otak atau memiliki sindrom genetik yang meningkatkan risiko tumor otak.

Gejala Tumor Otak

Meski penyebab dari tumor otak seringkali tidak jelas, ada beberapa gejala tumor otak yang bisa diperhatikan. Berikut ciri-ciri tumor otak yang perlu diwaspadai:

  • Perubahan pola sakit kepala
  • Sakit kepala yang lebih sering terjadi dan lebih parah
  • Mual dan muntah yang tidak dapat dijelaskan
  • Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan tepi
  • Hilangnya sensasi atau gerakan secara bertahap di lengan dan kaki
  • Kesulitan dengan keseimbangan
  • Kesulitan berbicara
  • Merasa lelah berlebihan
  • Kebingungan dalam masalah sehari-hari
  • Kesulitan membuat keputusan
  • Ketidakmampuan untuk mengikuti perintah sederhana
  • Perubahan kepribadian atau perilaku
  • Kejang, terutama pada orang yang tidak memiliki riwayat kejang
  • Masalah pendengaran.

Pengobatan Tumor Otak

Pengobatan tumor otak disesuaikan dengan jenis, ukuran, lokasi tumor, dan kesehatan pasiennya. Ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan, yakni:

Pembedahan

Jika tumor otak terletak di tempat yang bisa dijangkau untuk operasi, dokter akan mengangkatnya dengan pembedahan. Dengan metode ini, dokter akan memisahkan tumor dari jaringan otak yang ada di sekitarnya.

Namun, metode ini bisa berisiko seperti infeksi dan pendarahan. Risiko lainnya mungkin tergantung pada bagian otak tempat tumor bersarang. Misalnya, operasi pada tumor di dekat saraf yang terhubung ke mata dan bisa berisiko kehilangan penglihatan.

Terapi Radiasi

Terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X atau proton, yang berfungsi untuk membunuh sel tumor. Terapi radiasi ini bisa berasal dari mesin di luar tubuh (radiasi sinar eksternal) atau radiasi dari dalam tubuh yang berdekatan dengan tumor otak (brachytherapy). Namun, radiasi dari dalam sangat jarang digunakan.

Efek samping dari terapi ini tergantung pada jenis dan dosis radiasi yang diterima. Efek samping yang umum terjadi seperti kelelahan, sakit kepala, kehilangan memori, iritasi kulit kepala, dan rambut rontok.

Kemoterapi

Kemoterapi ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk membunuh sel tumor. Obat kemoterapi ini bisa diminum dalam bentuk pil atau disuntikkan ke pembuluh darah (intravena).

Obat kemoterapi yang paling sering digunakan untuk mengobati tumor otak adalah temozolomide (Temodar). Namun, bisa menggunakan obat lain tergantung jenis kankernya.

Efek samping dari kemoterapi ini tergantung pada jenis dan dosis obat yang diterima. Umumnya, kemoterapi menyebabkan mual, muntah, dan rambut rontok.



Simak Video "MUI Bicara Hukum Berkurban dengan Hewan Bergejala PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)